Kumparan Logo
Konten Media Partner

Foto: Melihat Kondisi Kerusakan Ruas Jalan Timpuk-Merbang, Kalbar

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi ruas jalan di Desa Timpuk, Kecamatan Sekadau Hilir menuju Desa Merbang, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar, rusak parah. Foto: Dok. Ari Kurniawan Wiro
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi ruas jalan di Desa Timpuk, Kecamatan Sekadau Hilir menuju Desa Merbang, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar, rusak parah. Foto: Dok. Ari Kurniawan Wiro

Hi!Pontianak - Kondisi jalan di Desa Timpuk, Kecamatan Sekadau Hilir, menuju Desa Merbang, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mengalami kerusakan parah. Ruas Jalan Timpuk-Merbang yang masih berupa tanah kuning itu semakin parah kerusakaannya, terutama musim hujan.

Warga setempat pun terpaksa melalui jalan yang berlumpur itu. Tidak jarang mereka yang melintas terjatuh hingga berkubang ke dalam lumpur.

Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Ari Kurniawan Wiro mengatakan, jalan tersebut berstatus jalan kabupaten. Kondisi akses Timpuk-Merbang itu sangat memprihatinkan.

“Kasihan masyarakat. Sudah sering sekali masyarakat yang melintas jatuh,” ungkap Ari, Rabu (22/1).

Warga berusaha melintasi jalan yang rusak. Foto: Dok. Ari Kurniawan Wiro

Otomatis dengan kondisi jalan yang rusak itu membuat arus transportasi terhambat. Ditambah tingginya mobilisasi kendaraan bermuatan sawit juga memperparah kerusakan jalan tersebut.

Untuk itu, Ari meminta agar instansi terkait tanggap dengan kondisi tersebut. “Kami belum tahu apakah sudah dianggarkan dalam APBD 2020 atau belum. Kami meminta instansi terkait segera berkoordinasi bagaimana memperbaiki ruas jalan yang rusak itu,” kata Ari.

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu mengungkapkan, jalan yang belum teraspal sepanjang kurang lebih 16 kilometer. Bahkan, musim hujan seperti sekarang ini beberapa ruas jalan mengalami kerusakan parah. Biasanya secara gotong-royong warga memperbaiki jalan yang rusak tersebut.

“Tapi yang paling parah di Desa Timpuk. Mobilisasi angkutan perusahaan cukup tinggi, ya kami berharap kondisi ini segera ditangani. Instansi terkait bisa berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk memperbaiki kerusakan tersebut,” ujarnya.

Ruas Jalan Timpuk-Merbang yang mengalami kerusakan parah. Foto: Dok. Ari Kurniawan Wiro

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sekadau, Akhmad Suryadi mengakui, dalam waktu dekat pihaknya belum bisa menangani ruas Jalan Timpuk-Merbang. Mengingat material untuk memperbaiki jalan tersebut didatangkan dari luar.

“Keterbatasan anggaran juga menjadi masalah. Solusinya kita bekerjasama dengan pihak perusahaan untuk menangani fungsional jalan itu. Perusahaan juga menggunakan jalan tersebut,” jelas Akhmad.

Ia mengatakan, sudah ada komitmen bersama antara perusahaan dan pemerintah daerah untuk mengatasi fungsional jalan, seperti ruas Timpuk-Merbang. Akhmad mengungkapkan, penganggaran Rp 1 miliar atau Rp 2 miliar tidak akan kelihatan hasilnya.

“Kita pernah menganggarkan untuk Jalan Madya-Timpuk sebesar Rp 2 miliar, tidak ada hasilnya karena kerusakannya cukup parah. Untuk itu secepatnya kami berkoordinasi dengan perusahaan supaya fungsional jalan itu berfungsi,” pungkasnya.

Kondisi kerusakan Jalan Timpuk-Merbang rusak aprah, terutama musim hujan. Foto: Dok. Ari Kurniawan Wiro
Salah satu titik ruas Jalan Timpuk-Merbang yang mengalami kerusakan. Foto: Dok. Ari Kurniawan Wiro
Kerusakan ruas Jalan Timpuk-Merbang diharapkan segera ditangani. Foto: Ari Kurniawan Wiro