Kumparan Logo
Konten Media Partner

Gubernur Sutarmidji Harap Tak Ada Lagi Siswa SMAN 10 Pontianak yang Masuk Siang

HiPontianakverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Sutarmidji berfoto bersama siswa-siswi SMA Negeri 10 Pontianak. Foto: Adpim Pemprov Kalbar
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Sutarmidji berfoto bersama siswa-siswi SMA Negeri 10 Pontianak. Foto: Adpim Pemprov Kalbar

Hi!Pontianak - Untuk meningkatkan kualitas belajar, Pemprov Kalimantan Barat selesai membangun Gedung B SMA Negeri 10 Pontianak, yang berlokasi di Jalan Karya Pontianak. Pembangunan ini menelan biaya Rp 14,7 miliar.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji, meresmikan gedung baru tersebut, pada Selasa, 1 November 2022. Gedung B tersebut dapat menampung kurang lebih 500 siswa.

Namun demikian, hal ini, masih jauh dari kata cukup. Sehingga dalam implementasinya SMA Negeri 10 Pontianak, harus menerapkan pola sekolah pagi dan siang.

Karena itu, Gubernur menegaskan, kedepannya pihaknya akan berusaha untuk segera mengalokasikan anggaran, guna menyelesaikan permasalahan kekurangan lokal tersebut.

Gubernur Sutarmidji meresmikan SMA Negeri 10 Pontianak. Foto: Adpim Pemprov Kalbar

"Akan kita segerakan pembangunan kekurangan lokal berikutnya. Kalau bisa, kedepannya menjadi 27 rombongan belajar (rombel), supaya menampung lebih banyak siswa lagi. Kalau 27 Rombel bisa menampung 900-an siswa,” jelas Sutarmidji.

Sutarmidji juga berharap, Gedung SMA Negeri 10 Pontianak ini dapat cepat terselesaikan pada tahap berikutnya. Hal ini dilakukan agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar, dan dapat meningkatkan mutu pendidikan.

"Walaupun lahannya tidak terlalu besar, tapi harus efisien dalam pemanfaatannya. Kita upayakan jangan sampai ada yang masuk sore lagi. Dengan terselesaikannya pembangunan Gedung SMAN 10 tahap ini, semoga dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar bagi siswa, sehingga mereka dapat belajar dengan nyaman dan kedepannya mampu mengukir prestasi lebih baik lagi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menekankan agar SMA Negeri 10 Pontianak dapat melakukan inovasi yang bermanfaat bagi daerah, khususnya bagi Kalimantan Barat.

Gubernur Sutarmidji berdialog dengan siswa-siswi SMA Negeri 10 Pontianak. Foto: Adpim Pemprov Kalbar

"Saya berharap muncul inovasi-inovasi baru dari SMA Negeri 10. Saya ambil contoh SMKN 1 Sekadau, yang menyisihkan 500-an sekolah se-Indonesia, dan berhasil meraih Juara di Tingkat Nasional bidang Electrical, juga SMAN 1 Pontianak juara Nasional bidang Perhubungan,” terangnya.

Gubernur Kalbar ini selalu mengutamakan pembangunan pada sektor pendidikan, seperti bidang akademik harus dimaksimalkan. Ia juga meminta agar semua sekolah di Kalbar dapat menjadi sekolah favorit,

“Ikut sertakan dalam perlombaan, jika berhasil, ekspos (ke media). Supaya anak-anak lebih semangat. Atau semisalnya ada hasil karya yang tidak diperlombakan, tapi bermanfaat untuk daerah, ini harus diekspose, sehingga bisa diakui sebagai sekolah yang inovatif,” ungkapnya.

Gubernur Sutarmidji meninjau proses belajar mengajar siswa-siswi SMA Negeri 10 Pontianak. Foto: Adpim Pemprov Kalbar

Ia juga menyampaikan terkait empat kunci kesuksesan agar siswa siswi nantinya memiliki integritas yang baik, sehingga mampu berkompetisi di era saat ini.

"Sekolah juga harus menanamkan karakter yang baik kepada anak (siswa). Minimal anak-anak memegang 4 kunci kesuksesan yaitu disiplin, jujur, bergaul dengan baik satu sama lain dan (dukungan orang terdekat) serta memiliki kemampuan (skill),” paparnya.

Selanjutnya, Gubernur Kalbar menitipkan pesan agar SMA Negeri 10 Pontianak dapat lebih giat lagi dalam mengembangkan sekolah mereka.

"Sudah banyak sekali prestasi akademik yang diukir oleh anak-anak Kalbar hingga di kancah Nasional, oleh karenanya SMAN 10 jangan mau kalah. Berbasis digital harus lebih berprestasi. Guru jangan hanya cuma ngajar biasa-biasa saja, harus ada nilai lebih yang bisa ditonjolkan,” tukasnya.