Gubernur Sutarmidji Kenalkan Aplikasi SiPohon ke Delegasi BIMP-EAGA

Konten Media Partner
26 November 2022 17:26
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penanaman pohon mangrove secara virtual melalui aplikasi SiPohon. Foto: Teri/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Penanaman pohon mangrove secara virtual melalui aplikasi SiPohon. Foto: Teri/Hi!Pontianak
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Empat meteri dalam perhelatan BIMP-EAGA yang ke-25 tahun 2022 melakukan penanaman mangrove secara virtual dari Pendopo Gubernur, dan ditanamkan langsung di Desa Sungai Kupah, Kecamatan Sungai Kakap, Sabtu, 26 November 2022.
ADVERTISEMENT
Penanaman pohon Mangrove tersebut dipimpin oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji. Diikuti empat menteri, yakni Menteri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Brunei Darussalam.
“Hari ini kita akan melaunching aplikasi SiPohon. SiPohon ini pengembangan dari aplikasi yang sudah kita buat ketika saya menjadi Wali Kota Pontianak. Di dalam aplikasi ini, kita bisa melihat pohon-pohon apa namanya, tingginya berapa, luasnya berapa. Kemudian CO2nya berapa, geomassanya berapa, dan karbonnya berapa,” jelas Sutarmidji.
Jika kita sudah menghitung seluruh komponen, kata Midji, maka kita juga bisa mengatur suhu dari suatu kawasan atau wilayah.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Pontianak dalam waktu 10 tahun, kita bisa menurunkan suhu sekitar 3 sampai 4 derajat selama 10 tahun. Hampir 10 pohon di Pontianak sudah ada di dalam aplikasi SiPohon,” kata Gubernur Sutarmidji.
Jarak penanaman pohon mangrove secara virtual ini, sejauh 30 kilometer dari Pendopo Gubernur. Orang dari manapun, kata Gubernur Kalbar, bisa saja menanam mangrove ini, melalui aplikasi.
ADVERTISEMENT
“Orang dari manapun seluruh dunia, bisa menanam mangrove di Kalbar melalui aplikasi, dan kita akan berikan titik koordinat dari pohon yang dia tanam, sehingga dapat dipantau kapanpun,” terangnya.
Kalbar memiliki kurang lebih sebanyak 177 ribu hektare kawasan mangrove, yang tersebar di 199 kilometer pantai. Penanaman pohon ini dapat dilakukan secara terus menerus, sebagai upaya penghijauan.
“Di sini ada hutan Pendopo, ada dengan luasnya 2,3 hektare, dan terus akan kita tanam dengan tanaman-tanaman endemik setempat, supaya bisa menjadi edukasi bagi anak cucu kita ke depan,” paparnya.
“Saya selalu mengatakan kepada anak muda di Kalbar, ke depan siapa pun yang bisa menjaga lingkungan, dan menata hutan serta lingkungan dengan baik, dia lah yang akan menjadi penguasa bumi,” tukasnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020