Gubernur Sutarmidji Wisuda 50 Penghafal Alquran di Kalbar, Targetkan 5.000 Hafiz

Gubernur Sutarmidji Wisuda 50 Penghafal Alquran di Kalbar, Targetkan 5.000 Hafiz
Hi!Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, kembali mewisuda penghafal Alquran 30 juz. Kali ini yang diwisuda sebanyak 50 orang, yang terdiri dari 21 orang Hafiz/Hafizhah Kota Pontianak dan 29 orang Hafiz/Hafizhah dari Kabupaten Kubu Raya.
Dari seluruh Hafizh dan Hafizhah yang di wisuda pada Minggu (18/10), Fatah Sabyan Nasir, asal Pondok Tahfidz Milenial Ashfaq dan Maryam College, merupakan wisudawan termuda, yang masih berusia 13 tahun.
Gubernur Kalbar, Sutarmidji, mengatakan, sebetulnya yang ikut tes berjumlah 90-an orang, namun yang lolos hanya 50 orang. "Insya Allah bulan depan akan kita tes lagi untuk beberapa kabupaten, karena yang kemarin mengikuti tes hanya Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak. Jadi bulan depan akan kita tambah kabupaten-kabupaten lain, karena kondisi Covid jadi terbatas," ujarnya.
Dirinya juga meminta kepada seluruh pengasuh lembaga Tafizh Alquran untuk betul-betul memperhatikan para calon penghafal Alquran.
"Mudah-mudahan selain hafal Alquran, mereka juga bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, sebagaimana tadi sudah kita MOU-kan dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Kalbar. Kita berupaya juga nanti mencarikan donatur-donatur untuk membantu pembiayaan pendidikan dan lain sebaginya," kata Sutarmidji saat memberikan sambutan di acara wisuda pengafal Alquran tersebut.
Komitmen Bantu Penghafal Alquran Bisa Kuliah
Ia menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, untuk memotivasi dan membangkitkan minat baca Alquran bagi generasi muda dan anak-anak guna membentuk insan-insan muslim yang berciri dan berkarakter sebagai generasi Alqurani.
Setiap penghafal Alquran yang diwisuda, mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 3 juta, sertifikat, dan pengembangan pendidikan di Perguruan Tinggi.
"Mudah-mudahan setiap bulan akan terus ada (penghafal Alquran baru), sehingga target kita (mencetak) 5.000 hafizh bisa tercapai dalam waktu 5 tahun," harap Sutarmidji.
