News
·
11 Februari 2021 15:56

Heboh Suara Dentuman di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan BMKG Kalbar

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Heboh Suara Dentuman di Kapuas Hulu, Ini Penjelasan BMKG Kalbar (106859)
Ilustrasi suara dentuman. Foto: Shutterstock
Hi!Pontianak - Warga Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dihebohkan dengan suara dentuman misterius. Suara tersebut terdengar pada pukul 10.00 WIB, Kamis, 11 Februari 2021.
ADVERTISEMENT
Gunawan, Kepala BPBD Kapuas Hulu, saat dihubungi Hi!Pontianak, membenarkan hal itu. "Info yang kami dapatkan, suara tersebut terdengar di Kecamatan Jongkong, Suhaid, Selimbau dan semitau," katanya.
Menanggapi itu, BMKG Kalbar memberikan keterangan resmi. "Beredar viral laporan masyarakat terdengarnya suara dentuman misterius di Kabupaten Kapuas Hulu hingga Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat hari ini sekitar pukul 10.00 WIB. Laporan suara dentuman belakangan ini telah muncul di beberapa daerah, antara lain Buleleng (Bali), Lampung, dan Malang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak, Nanang Buchori, dalam rilis yang diterima Hi!Pontianak, Kamis sore.
Berdasarkan analisis citra satelit cuaca Himawari dan radar cuaca di Stasiun Meteorologi Susilo Sintang, kata Nanang, mengindikasikan kondisi cuaca pukul 10.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB tidak terdapat awan penghujan ataupun awan cumulonimbus, yang bisa menghasilkan petir. Kondisi cuaca dominan berawan dan tidak hujan.
ADVERTISEMENT
Namun berdasar pada analisis Radio Sonde di Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, pada pengamatan pukul 00 UTC, mengindikasikan terdapat lapisan inversi pada ketinggian 373 meter dan 885 meter. "Lokasi pengamatan Radiosonde yang berjarak sekitar 300 km, kemungkinan tidak mewakili kejadian inversi di lokasi terjadinya dentuman," ujarnya.
Hasil pengamatan gelombang seismik dari seluruh sensor gempa BMKG yang tersebar di sekitar lokasi dentuman hari ini, Kamis 11 Februari 2021 pukul 07.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB yang mana periode waktu ini disebut-sebut oleh warga muncul suara dentuman, hasilnya menunjukkan tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di Kalimantan Barat.
"Sehingga dipastikan sumber suara dentuman tersebut tidak berasal dari gempa tektonik, karena jika sebuah aktivitas gempa sampai mengeluarkan bunyi ledakan, artinya kedalaman hiposenter gempa tersebut sangat dangkal, dekat permukaan, dan jika itu terjadi maka akan tercatat oleh sensor gempa," terangnya.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan analisis di atas, BMKG Kalbar belum mengetahui secara pasti sumber dentuman yang terjadi. "Masyarakat diharapkan tidak panik dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," pesan Nanang.