Kumparan Logo
Konten Media Partner

Hobi Aquascape untuk Usir Kejenuhan Saat #dirumahaja

HiPontianakverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tumbuhan, batu dan kayu untuk membuat aquascape. Foto: Dok Amirul Hakki
zoom-in-whitePerbesar
Tumbuhan, batu dan kayu untuk membuat aquascape. Foto: Dok Amirul Hakki

Hi!Pontianak - Di tengah pandemi virus corona atau COVID-19, segala aktivitas lebih banyak dilakukan di rumah. Saat #dirumahaja, banyak yang dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan, seperti berkebun di dalam air atau aquascape.

Aquascape merupakan seni mengatur tanaman air, batu, kayu lapis, serta media lain secara alami sehingga tampak indah dalam sebuah akuarium. Selain menghabiskan waktu dengan bermanfaat, aquascape juga bisa membuat mata dan hati menjadi tenteram.

Aquascape ini rupanya digemari sejumlah orang di Pontianak, salah satunya Amirul Hakki. Amirul mengatakan, sebelum pandemi COVID-19 dirinya terlalu sering mengurusi Warung Kopi (Warkop). Akitivitas hari-harinya di warkop tersebut membuatnya jenuh. Untuk menghilangkan rasa jenuh itu ia pun berkebun di dalam air atau aquascape.

"Pas lihat punya orang (aquascape), aku ngerasa rileks. Terus kepikiran untuk coba buat, karena memang waktu itu sebelum pandemi sering ke warkop terus untuk kerja. Jadi ingin cari cara agar betah kerja di rumah, biar menekan pengeluaran," kata Amirul, kepada Hi!Pontianak, Sabtu (13/6).

Terrarium. Foto: Dok Amirul Hakki

"Setelah coba buat satu ternyata tak lama warkop mulai tutup karena corona. Jadi karena tidak bisa kemana-mana dan punya banyak free time, jadi mulai bikin akuarium lainnya. Memang ketagihan dan aku memang punya ketertarikan dengan alam, makanya aku dulu pernah ikut sispala, juga suka gambar pemandangan," sambung Amirul.

Membuat aquascape memang memiliki kemiripan dengan membuat akurium ikan. Tapi, yang membedakannya adalah proses pembuatan akuarium lebih menguatamakan memelihara iklan.

Sedangkan, aquaspace lebih kepada membuat ekosistem di dalam air yang memprioritaskan memelihara tumbuhan. Maka tak sedikit yang menyebut aquascape dengan membangun kehidupan bawah air.

Sebelum mengenal aquascape, Amirul terlebih dahulu mengenal terrarium. Terrarium adalah tanaman yang ditanam dalam wadah yang terbuat dari kaca. Diibaratkan, wadah kaca ini merupakan pot yang menjadi tempat tumbuhnya tanaman.

Koleksi aquascape. Foto: Dok Amirul Hakki

"Aku kenal terrarium dulu baru aquascape. Kalau terrarium itu memelihara tanaman dalam media kaca transparan. Kalau aquascape sebenarnya sama, cuma perbedaannya dia tanamannya tanaman air dan lebih nekankan ke seni menata layout pemandangan. Kebetulan di terrarium aku minatnya memang jenis terrarium yang nekankan seni landscape-nya. Jadi, buat aquascape cukup mudah," jelasnya.

Amirul mengungkapkan, untuk merawat aquascape tidak lah sulit. Caranya, seperti akuarium umumnya dengan rutin mengganti air seminggu sekali.

"Kaca dan hardscape-nya dibersihkan dari alga-alga yang tumbuh. Terus kalau ada tanaman yang udah mulai terlalu panjang, dipotong supaya tidak semak," ujarnya.

Saat ini, Amirul telah mengoleksi 4 terrarium, 3 aquascape dan 1 paludarium. Meski, telah cekatan dalam membuat terrarium dan aquascape, Amirul mengaku belum berkeinginan menjadikannya sebagai usaha. "Ada kepikiran, cuma belum niat," pungkasnya.