Kumparan Logo
Konten Media Partner

IPM Kalbar Terendah di Kalimantan, Ria Norsan Soroti Kualitas Pendidikan

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Foto: Alycia Tracy Nabila/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Barat masih tertinggal dibandingkan dengan provinsi lain di Pulau Kalimantan, meski telah menembus angka di atas 70. Tamatan SMA yang masih belum selesai menuntaskan pendidikannya menjadi salah satu faktor penyebab IPM Kalbar masih tergolong rendah, yaitu berada di peringkat ke-31 dari 38 provinsi di Indonesia secara nasional.

“IPM Kalbar memang sudah di atas angka 70, tapi masih tertinggal dari Kalimantan Utara. Salah satu penyebabnya, sekitar 25 persen tamatan SMA di Kalimantan Barat belum menamatkan pendidikannya,” kata Norsan pada Kamis, 6 November 2025.

Norsan menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di seluruh daerah di Kalbar sebagai upaya dalam mendongkrak IPM. Ia juga mendorong agar organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan turut berperan dalam memperluas akses belajar bagi masyarakat.

“Ke depan, saya minta kepada organisasi dan instansi pendidikan agar membuka lebih banyak program paket A, B, dan C. Dengan begitu, anak-anak muda bisa tetap sekolah sambil bekerja,” tambahnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2024, IPM tertinggi di Pulau Kalimantan ditempati oleh Kalimantan Timur yang mencapai angka 78,79. Peringkat kedua disusul Kalimantan Selatan dengan angka IPM 75,19. Kalimantan Tengah menyusul di angka 74,28, kemudian Kalimantan Utara mencapai 73,41, dan Kalimantan Barat sebesar 71,19.