Kumparan Logo
Konten Media Partner

Jalan Terjal Veddriq Menuju Emas Olimpiade: Dari Jendela Kelas hingga Kabut Asap

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Veddriq Leonardo, atlet Indonesia pertama yang meraih emas di Olimpiade Paris 2024. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Veddriq Leonardo, atlet Indonesia pertama yang meraih emas di Olimpiade Paris 2024. Foto: Dok. Istimewa

Hi!Pontianak - Veddriq Leonardo, peraih medali emas dalam cabang olahraga panjat tebing di Olimpiade Paris 2024, menceritakan masa-masa sulitnya selama latihan sebelum berhasil menggapai prestasi prestisius tersebut.

Atlet asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat itu mengaku sering berlatih di kala kabut asap melanda kota kelahirannya. Pada saat itu, tepatnya ketika musim kemarau, Veddriq bersama rekan-rekannya harus berlatih di bawah tebalnya kabut asap akibat kebakaran hutan.

Tak ada pilihan lain mengingat faktor cuaca, dirinya harus tetap rutin berlatih dalam jangka waktu dua bulan yang diberikan untuk mempersiapkan diri menuju Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON). Berbagai risiko pun harus dihadapi oleh pemuda berusia 27 tahun itu, mulai dari mengalami kondisi mata perih hingga sesak napas akibat kabut asap.

"Yang paling seringnya mata perih. Terus kalau teman-teman yang lain tuh kalau habis manjat, kadang sesak napas. Jadi, itu salah satu risiko yang harus kita ambil," kata Veddriq.

Bahkan, ia juga menjalani rintangan yang cukup sulit ketika mulai merintis di olahraga panjat tebing saat masa remaja, yakni dengan memanfaatkan fasilitas seadanya di sekolah.

Veddriq mengatakan, dirinya berlatih panjat tebing di sekolah, tepatnya di SMA Negeri 6 Pontianak pada setiap hari Kamis dan Minggu, agar tidak mengganggu aktivitas ekstrakurikuler lainnya. Ia menggunakan sarana di sekolahnya, mulai dari ventilasi hingga jendela kelas untuk dijadikan sebagai wadah panjat tebing kala itu.

"Jadi, latihannya itu kayak pull up di ventilasi sekolah, terus kayak manjat di jendela kelas," ungkapnya.

Meski demikian, Veddriq tidak patah semangat dan senantiasa berlatih dalam kondisi apa pun, hingga kerja kerasnya selama ini berhasil mengantarkannya pada kemenangan di Olimpiade.