Kumparan Logo
Konten Media Partner

Jembatan di Landau Mentawak Sekadau Roboh, Akses Warga Terhambat

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi bersama Pemdes Pantok memantau langsung kondisi jembatan di Landau Mentawak yang robh. Foto: Dok. Polres Sekadau
zoom-in-whitePerbesar
Polisi bersama Pemdes Pantok memantau langsung kondisi jembatan di Landau Mentawak yang robh. Foto: Dok. Polres Sekadau

Hi!Pontianak - Jembatan di Dusun Landau Metawak, Desa Pantok, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalbar, roboh, pada Jumat, 17 Oktober 2025. Jembatan tersebut roboh akibat hujan deras yang mengguyur wilayah setempat.

Kapolres Sekadau, AKBP Donny Molino Manoppo, melalui Kasi Humas Polres Sekadau, IPTU Triyono, mengatakan kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai robohnya jembatan tersebut. Pengecekan di lokasi dilakukan oleh personel Polsek Nanga Taman, yakni Kanit Samapta Aiptu Mistiaji, Kanit Binmas Aipda Syamsul Bahri, serta Bripda Wahyu Kusuma.

"Jembatan ini merupakan akses penghubung antara Desa Pantok, Sebabas, dan Nanga Suri, Kecamatan Nanga Mahap," ujar Triyono.

Jembatan tersebut diketahui telah berusia 10 tahun dengan konstruksi menggunakan tiang kayu dan lantai semen. Jembatan memiliki panjang 20 meter, lebar 4 meter, dan tinggi sekitar 3,5 meter. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, jembatan diduga roboh akibat fondasi yang tidak mampu menahan tekanan arus sungai yang sangat deras.

Kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna membahas penanganan sementara. Selain itu, imbauan telah diberikan kepada masyarakat untuk tidak mendekati lokasi jembatan yang roboh demi menghindari risiko keselamatan.

Robohnya jembatan ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Sebab, jembatan ini merupakan satu-satunya penghubung untuk mengakses fasilitas kesehatan, pendidikan, serta distribusi kebutuhan pokok. Kondisi ini membuat akses transportasi menjadi sangat terbatas.

"Kami menyarankan pemanfaatan perahu atau rakit darurat agar warga tetap dapat menyeberang, meski tentu ini hanya solusi sementara," tutur Triyono.