News
·
18 Desember 2020 21:57

Jusin Clasic Berbelasungkawa Atas Berpulangnya Maha Pandita Kok Kim Chiung

Konten ini diproduksi oleh Hi Pontianak
Jusin Clasic Berbelasungkawa Atas Berpulangnya Maha Pandita Kok Kim Chiung (94224)
Jusin Clasic saat melayat. Foto: Dok. Jusin Clasic
Jusin Clasic Berbelasungkawa Atas Berpulangnya Maha Pandita Kok Kim Chiung
ADVERTISEMENT
Hi!Singkawang - Pimpinan Wadah Ketuhanan Wen Hua Indonesia, Maha Pandita Kok Kim Chiung tutup usia, pada 29 November 2020. Ungkapan belasungkawa turut mengalir tak hanya dari umat Buddha Maitreya, tetapi juga dari tokoh pemuda Singkawang, Jusin Tiono atau kerap disapa Jusin Clasic seorang magician Internasional yang lahir di Kota Singkawang.
Jusin Clasic mengungkapkan sosok Maha Pandita Kok Kim Chiung merupakan kerabat kakek Jusin bernama Cong Bui Siam yang pada saat itu menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Vihara Dharma Buddha Maitreya Singkawang.
"Semasa hidup mereka sangat akrab dan sering main ke rumah. Kini berpulangnya Beliau ke sisi Tuhan YME mengingatkan kembali kepada saya moment di saat berpulangnya kakek saya sendiri," kata Jusin, Jumat, 18 Desember 2020.
ADVERTISEMENT
Maha Pandita Kok Kim Chiung adalah salah satu tokoh panutan yang sangat dihormati oleh masyarakat Tionghoa, khususnya umat Buddha Maitreya. Sebagai seorang pemimpin, Pandita Kok Kim Chiung dikenal sebagai tokoh panutan umat Buddha yang memiliki kepedulian dan jiwa sosial yang sangat tinggi dan suka bersosialisasi dengan masyarakat.
Atas kepergian sosok tersebut, Jusin berpesan agar seluruh masyarakat memperbanyak melakukan perbuatan baik semasa hidup. Menurutnya, jangan pernah menunggu untuk berbuat baik kepada sesama, karena tidak semua orang memiliki kesempatan kedua.
Jusin Clasic Berbelasungkawa Atas Berpulangnya Maha Pandita Kok Kim Chiung (94225)
Jusin Clasic saat melayat. Foto: Dok. Jusin Clasic
"Banyak orang tahu untuk berbuat baik dalam hidup ini, tapi tidak sedikit dari kita yang hanya tahu dan menunggu waktu berlalu tanpa melalukan apapun, hingga pada akhirnya semua sudah terlambat," ujarnya.
ADVERTISEMENT
"Sama halnya dalam sebuah kisah nyata di mana seseorang selalu hidup penuh kebencian dan menyakiti orang lain, namun alangkah miris dan tak berdayanya ketika sakit berat mendera raga. Dimanakah semua kesombongan itu? Di manakah amarah dan rasa sakit yang diberikan kepada orang lain? Di saat berbaring tak berdaya dengan tarikan dan hembusan nafas berat baru tersadarkan akan kesalahan yang berakhir tangis dan penyesalan meminta maaf dan pengampunan," timpal Jusin.
"Berakhir tangis dan penyesalan meminta maaf dan pengampunan. Mengapa seseorang harus sadar dengan cara demikian di saat tak berdaya seperti itu? Begitulah juga dengan kita menyadari untuk mau melakukan banyak hal yang bermanfaat semasa masih mampu. Jangan tunggu disaat tak berdaya, semua sudah terlambat," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Selain sebagai tokoh agama dan juga tokoh masyarakat, Maha Pandita Kok Kim Chiung, merupakan pimpinan tertinggi Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia Mazab Wen Hua, sekaligus Ketua pengurus Vihara Dharma Maitreya yang terletak di Jalan Tsjafioeddin, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang.