Kadis Perkebunan Kalbar: Minyak Kelapa Murni Jadi Peluang Baru di Tengah Corona

Hi!Pontianak - Minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) yang dihasilkan dari proses hilirisasi terhadap kelapa dalam menjadi peluang baru di tengah COVID-19. Mengingat, satu diantara manfaat minyak kelapa tersebut dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
“Potensi kelapa dalam untuk produk VCO di Kalbar sangat besar. Nah, ini menjadi peluang bagi petani kelapa di Kalbar. VCO sangat baik untuk meningkatkan daya imunitas tubuh kita karena ada bahan aktif yang terkandung dalam asam lemak jenuh. VCO bersifat antivirus. Daya tahan tubuh kita di tengah wabah COVID- 19 penting,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kalbar, Heronimus Hero, Sabtu (4/4).
Menurutnya, hal ini tentu baik untuk mempopulerkan kembali VCO. Sebab sebelumnya, VCO di Kalbar sempat hilang dari pasar, hanya sedikit saja yang masih produksi.
“Jadi momen sekarang bisa jadi kebangkitan kembali industri dan nilai tambah. Hilangnya popularitas VCO waktu itu karena mungkin masyarakat menganggap tidak perlu. Akan tapi sejak COVID-19 yang hanya bisa dilawan dengan imunitas tubuh, VCO pasti menjadi alternatif pilihan masyarakat,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Hero, potensi kelapa dalam di Kalbar sangat besar. Ia menyebutkan seperti di Kubu Raya, Mempawah, Sambas dan lainnya, hanya saja petani masih menjual dalam bentuk kelapa bulat dan kopra.
“Sebagian besar dan mendominasi petani menjual kelapa dalam bentu kelapa jambul dan kopra saja,” bebernya.
Terkait pengembangan VCO di Kalbar, menurutnya sudah ada perusahaan lokal di Kalbar yang tengah merintis. Bahkan VCO yang dihasilkan dari kelapa dalam organik. Segala berbau organik saat ini sangat diminati pasar baik dalam dan luar negeri.
“Kita awal tahun kemarin telah melakukan verifikasi untuk memberikan rekomendasi kepada kebun petani di Padang Tikar 2, Kubu Raya. Sebab ada perusahan lokal siap menampun hasil kelapa dalam organik masyarakat sebagai bahan baku VCO,” jelasnya.
Pihaknya sangat mendukung upaya berbagai pihak yang bisa meningkatkan nilai tambah petani. “Dengan ada nilai tambah petani, bukan hanya menjual bahan baku saja, namun hilirisasi tentu meningkatkan nilai tukar petani. Dengan demikian petani bisa lebih sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Indowell Cipta Lancar, Yan Andria Soe, mengatakan bahwa saat ini pihaknya butuh bahan baku kelapa dalam organik.
“Saat ini kita tengah mengajukan sertifikasi kebun organik ke lembaga yang memang berwenang. Tentu kita butuh rekomendasi juga dari pemerintah daerah dan bersyukur Disbun Kalbar sangat menyambut baik dan membantu,” ucapnya.
Ia mengatakan, pabrik minyak kelapa murni miliknya berada di Batu Layang, Pontianak, saat ini sudah dilakukan audit dari BPOM Pontianak. “Saat ini minyak kelapa murni ini primadona di luar negeri. Kita menargetkan ekspor. Bahan baku dari Padang Tikar 2. Itu semua bentuk kita ikut andil dalam memberikan nilai tambah kepada petani di sana,” pungkasnya.
