Kain Tenun Sidan Pakai Bahan Pewarna dari Daun Kratom Jadi Suvenir BIMP-EAGA
·waktu baca 2 menit

Hi!Pontianak - Kain Tenun Sidan asal Kapuas Hulu akan menjadi salah satu suvenir dalam Pertemuan Empat Menteri dari Forum bergengsi Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-25, yang akan digelar di Kalimantan Barat, pada November 2022 mendatang.
Kain Tenun Sidan merupakan kain tenun khas Kapuas Hulu, yang pernah mendapat penghargaan dalam pameran kriya terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT, di Jakarta. Kain tenun sidan ini berhasil memborong dua penghargaan sekaligus, di antaranya kategori Best Prize in Category Textiles dan Best of The Best INACRAFT AWARDS 2022.
Penilaian tersebut tak sembarangan. Kriteria penilaian ditetapkan oleh Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) kepada para peserta lomba. Kriteria yang dinilai adalah keunggulan, keaslian, inovasi, daya jual, dan ramah lingkungan (eco friendly).
Kain Tenun Sidan Kapuas Hulu ini berukuran panjang 185 sentimeter, dan lebar 74 sentimeter. Kain ini dibuat oleh Kelompok Tenun ;Bunga Ngerembai' asal Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Kain ini terbuat dari pewarna alami tanaman daun bunggur dan daun kratom, yang merupakan tanaman khas Kabupaten Kapuas Hulu.
Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani Sutarmidji bangga atas penghargaan yang dianugerahkan kepada Kain Tenun Sidan Kapuas Hulu dalam INACRAFT AWARD 2022.
Kain Tenun Sidan Kapuas Hulu ini berhasil menjadi salah satu daya tarik khas Kalimantan Barat. Atas penghargaan tersebut, Ketua Dekranasda Provinsi Kalbar juga tak henti-hentinya mempromosikan Kain Tenun Sidan Kapuas Hulu, dan kain tenun khas daerah Kalbar lainnya.
Menurut Lismaryani, Kain Tenun Sidan menjadi sorotan dalam acara tersebut, karena kain ini dibuat dari bahan-bahan alami. Para pengrajin di pedalaman Kalbar dapat berinovasi membuat kerajinan tangan ini dengan sabar dan tekun, hingga menghasilkan karya yang luar biasa. Tak ayal jika produk bergengsi ini dapat menjadi salah satu pilihan suvenir yang akan disuguhkan dalam acara BIMP-EAGA, November 2022 mendatang.
“Semoga capaian ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh Dekranasda Kabupaten Kota di Kalimantan Barat untuk senantiasa mendorong para pengrajin memanfaatkan potensi alam yang dimiliki masing-masing daerah dengan tetap menjaga kearifan lokal,” tukasnya.
