Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kala Warga Nanga Mahap, Kalbar, Asyik Ngopi di Tengah Banjir

HiPontianakverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir yang menggenangi wilayah di Kecmataan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Senin (16/12). Foto: Dok. Herudin
zoom-in-whitePerbesar
Banjir yang menggenangi wilayah di Kecmataan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Senin (16/12). Foto: Dok. Herudin

Hi!Pontianak - Banjir kembali menggenangi sejumlah desa di Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Belum sebulan saja, wilayah tersebut sudah dua kali dilanda banjir.

Di tengah kondisi tersebut, ada-ada saja tingkah laku warga. Salah satunya yang dilakukan oleh Herudin. Dengan menggunakan pelampung, ia justru asik menyeruput segelas kopi di tengah banjir. Lokasinya terletak di halaman SMA Negeri 1 Nanga Mahap.

“Sambil jaga sekolah, sekalian mandi. Pas kebetulan barang-barang sudah dievakuasi ke tempat tinggi. Nunggu air terus naik, jadi sambil ngopi di halaman sekolah,” katanya kepada Hi!Pontianak, Senin (16/12).

Aksi Herudin ngopi di tengah genangan banjir di Nanga Mahap. Foto: Dok. Istimewa

Ia mengatakan, aksi tersebut memang sengaja dilakukannya. Mengingat, tempatnya itu memang menjadi daerah langganan banjir.

“Kalau dataran rendah ada sekitar 2 meter-an lebih. Kalau tempat saya ngopi ketinggian airnya sekitar setengah meter-an,” ujarnya.

Herudin berharap adanya perhatian dari pemerintah mengatasi kondisi tersebut. “Harapannya agar pemerintah bisa membuat dapur umum, kasihan masyarakat yang kena (banjir) rumahnya ndak bisa masak,” ucapnya.

Camat Nanga Mahap, Acung Yulius, mengungkapkan, kondisi banjir memang membuat masyarakat tidak nyaman. Kondisi itu, kata dia, berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat hingga ekonomi menurun.

Halaman SMA Negeri 1 Nanga MAhap terendam banjir, Senin (16/12). Foto: Dok. Herudin

“Kita mohon kepada BPBD untuk lebih menyikapi dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat, khususnya Kecamatan Nanga Mahap agar memahami keadaan banjir yang terjadi, seperti bertubi-tubi,” ungkapnya.

kumparan post embed

Ia mengatakan, Nanga Mahap berada di dataran rendah. Sehingga, begitu hujan lebat banjir menggenangi wilayah tersebut.

“Ini sudah 2 kali banjir. Apalagi, daerah-daerah penyerapan banyak yang digarap sehingga menimbulkan banjir,” tuturnya.

Herudin ngopi di halaman SMA Negeri 1 Nanga Mahap di tengah banjir, Senin (16/12). Foto: Dok. Istimewa