Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kalbar Sepekan: Demo Ricuh di Pontianak; Eks Kades Mentunai Tersangka Korupsi

HiPontianakverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pembubaran massa aksi dengan menggunakan watercanon. Foto: Rabiansyah/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Pembubaran massa aksi dengan menggunakan watercanon. Foto: Rabiansyah/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Berbagai peristiwa terjadi selama sepekan terakhir di Kalimantan Barat. Peristiwa itu mulai dari demo ricuh di Pontianak hingga eks Kades Mentunai tersangka korupsi.

Berikut Kalbar Sepekan yang dihimpun tim Hi!Pontianak:

1. Demo Tolak Kenaikan Gaji DPR di Pontianak Kembali Ricuh

Ratusan mahasiswa kembali datangi Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Aksi demo kali ini awalnya kondusif hingga menjelang magrib massa dibubarkan polisi karena situasi kembali ricuh.

Dari pantauan Hi!Pontianak, keributan ini bermula saat massa tidak diizinkan masuk ke dalam DPRD.

“Tuntutan masih tetap sama dengan yang kemarin, namun hanya ada tambahan meminta agar Kapolresta Pontianak dicopot serta meminta keadilan untuk korban ojek online yang meninggal akibat dilindas oleh aparat,” jelas salah satu koordinator aksi saat melakukan orasi di Halaman Kantor DPRD.

kumparan post embed

2. Dugaan Korupsi Anggaran Desa, Kejari Sintang Tahan Mantan Kades Mentunai

Kejaksaan Negeri Sintang menahan mantan Kades Mentunai Kecamatan Kayan Hilir, Aloysius atas dugaan korupsi anggaran desa tahun 2022 dan 2023.

Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Erni Yusnita mengatakan bahwa berdasarkan hasil audit khusus dari Inspektorat Kabupaten Sintang, nilai kerugian akibat dugaan korupsi tersebut sebesar Rp 592.164.000. Kemudian pajak yang belum disetorkan ke kas daerah sebesar Rp 562.500.

“Aloysius ditetapkan sebagai tersangka tanggal 29 Agustus 2025. Tersangka juga langsung kami tahan 20 hari ke depan,” ungkap Kajari Sintang saat memimpin press release, Jumat 29 Agustus 2025.

kumparan post embed

3. Anggota Brimob di Ketapang Diduga Bunuh Diri Gunakan Pistolnya Saat Bertugas

Anggota brimob Polda Kalbar diduga bunuh diri menggunakan pistol miliknya saat sedang bertugas pada Selasa, 26 Agustus 2025, sekitar pukul 16.00 WIB. Kapolres Ketapang, AKBP Muhammad Harris melalui Kasi Humas AKP Drajat Pamungkas peristiwa itu terjadi di wilayah Marau saat korban bersama beberapa rekannya sedang melakukan BKO pengamanan objek vital perusahaan.

“Almarhum ditemukan di kamar dalam posisi duduk dengan senjata api berada di dekatnya, serta dengan kondisi sudah meninggal dunia," ungkap AKP Drajat pada Rabu, 27 Agustus 2025.

Saat ini tim gabungan Brimob Polda Kalbar dan Inafis Polres Ketapang sedang melakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini.

kumparan post embed

4. Curi Peralatan Gereja di KKR Senilai Rp 130 Juta, Pelaku Lari ke Kolong Rumah

RT (42), curi peralatan ibadah di Gereja Mawar Sharon yang berada di Jalan Arteri Supadio, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya (KKR). Tak tanggung-tanggung, akibat aksinya ini pihak gereja alami kerugian senilai Rp 130 juta.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, AKP Hafiz Febrandani, melalui Kasubsie Penmas, Aiptu Ade, bilang pelaku berhasil ditangkap meskipun dengan drama kejar-kejaran hingga ke kolong rumah warga.

"Tim gabungan memperoleh informasi keberadaan pelaku di Batu Layang. Saat hendak ditangkap, tersangka tengah duduk di depan sebuah masjid. Menyadari kehadiran petugas, RT berusaha kabur. Dia sempat lari ke area pemukiman dan masuk ke kolong rumah warga. Petugas terpaksa melakukan pengejaran cepat hingga akhirnya berhasil membekuk pelaku,” ungkap Aiptu Ade pada Jumat, 29 Agustus 2025.

kumparan post embed

5. ABK Meninggal di Sanggau Saat Bantu Teman yang Terjatuh di Lambung Kapal

SJ (51) warga Palembang yang bekerja sebagai juru mudi di sebuah kapal ponton meninggal saat membantu temannya yang terjatuh di lambung kapal yang sedang tambat di dermaga PT. STIM yang berada di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau pada Rabu, 27 Agustus 2025 dini hari. Mirisnya, S (49), temannya yang terjatuh itu pun tak terselamatkan nyawanya.

Kapolsek Tayan Hilir, AKP Sihar Binardi Siagian bilang, kejadian ini bermula saat korban S masuk ke lambung kapal ponton untuk membuang air. Saat menuruni tangga sedalam 3,6 meter, tiba-tiba korban kehilangan keseimbangan dan terlihat sempoyongan. Korban terjatuh dan tau sadarkan diri.

kumparan post embed