Konten Media Partner

Kalbar Sepekan: Kades di Ketapang Dibunuh Istri Siri; Polisi Tangkap Bos SPBU

31 Maret 2025 8:33 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pelaku saat berada di Polres Ketapang. Foto: Dok. Polres Ketapang
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku saat berada di Polres Ketapang. Foto: Dok. Polres Ketapang
ADVERTISEMENT
Hi!Pontianak - Sejumlah peristiwa terjadi selama sepekan terakhir di Kalimantan Barat. Peristiwa itu mulai dari Kades di Ketapang dibunuh istri siri hingga polisi tangkap bos SPBU di Sintang.
ADVERTISEMENT
Berikut Kalbar Sepekan yang dihimpun tim Hi!Pontianak:
1. Kades di Ketapang Dibunuh Istri yang Cemburu
Istri siri cemburu suami cari akun medsos mantan jadi motif pembunuhan Kepala Desa Karya Mukti, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sebelum terungkap, R (31) sempat mengaku suaminya meninggal karena gantung diri.
Kapolres Ketapang AKBP Setiadi, melalui Kasat Reskrim AKP Ryan Eka Cahya bilang, kejadian tersebut bermula pada Kamis, 28 November 2024 yang lalu, pasangan suami istri siri ini bertengkar lantaran korban kedapatan mencari akun media sosial mantannya.
"Korban dan pelaku saling pukul dan dilihat tetangga. Korban bahkan sempat memecahkan kaca mobil untuk mencegah pelaku pergi dari rumah. Keesokan harinya, korban dan pelaku sempat terlihat dan setelah itu korban tak terlihat lagi keluar dari rumahnya," ungkap AKP Ryan Eka.
ADVERTISEMENT
2. Polisi Tangkap Bos SPBU di Sintang Karena Bawa Ganja dan Sabu
Satuan Reserse Narkoba Polres Sintang meringkus oknum manager SPBU di Sintang karena kasus kepemilikan narkoba pada Kamis, 20 Maret 2025 lalu.
Menurut Kasat Narkoba Polres Sintang, AKP Dedi Supriadi, oknum manager SPBU yang ditangkap berinisial J. Tersangka berumur 52 tahun ini diringkus usai mengambil paket berisi narkoba dari ekspedisi.
“Penangkapan bermula dari informasi masyarakat. Pada Kamis 20 Maret 2025 sekitar Jam 06.00 WIB, petugas dapat informasi bahwa J memiliki narkotika. Petugas lalu melakukan penyelidikan, sekitar pukul 08.30 WIB menemukan J sedang membawa paket,” ungkap Dedi didampingi Kasi Humas Polres Sintang Iptu Nikadelis Dekok pada wartawan, Senin 24 Maret 2025.
ADVERTISEMENT
3. Diancam dengan Sajam, Remaja di Kubu Raya Alami Epilepsi hingga Meninggal
YN (17) meninggal dunia karena penyakit epilepsinya kambuh usai diancam oleh sekelompok pemuda tak dikenal di Jalan Raya Sungai Kakap, Parit Gadoh, Pal 9, Kabupaten Kubu Raya (KKR) pada Minggu, 23 Maret 2025.
Kapolres Kubu Raya AKBP Wahyu Jati Wibowo melalui Kasubsi Penmas, AIPTU Ade bilang kejadian ini bermula saat YN bersama teman-temannya hendak Itikaf di Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Sambil menunggu pukul 23.00 WIB, YN yang tinggal di Pontianak Tenggara pergi ngopi bersama teman-temannya di Jalan Beringin.
"Sehabis ngopi di Jalan Beringin, mereka pergi ke rumah teman di Parit Gadoh. Sesampainya di sana, YN dan teman-temannya melihat sekelompok pemuda tak dikenal dan mendengar bunyi senjata tajam yang digesekkan ke aspal jalan. Mereka ketakutan dan masuk ke Gang Sejati. Kelompok remaja tak dikenal itu mengacungkan senjata tajam ke arah mereka dari depan gang," ungkap AIPTU Ade pada Senin, 24 Maret 2025.
ADVERTISEMENT
4. Banjir Rendam 5 Kecamatan di Sintang, 46 Kepala Keluarga Mengungsi
Tingginya curah hujan akhir-akhir ini membuat banyak tempat di Kabupaten Sintang tergenang banjir. Sebagian besar daerah terdampak banjir adalah wilayah pesisir.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, total ada 5 kecamatan yang terdampak banjir di Bumi Senentang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sintang, Benyamin mengungkapkan bahwa daerah yang terdampak banjir diantaranya: Kecamatan Sintang, Kecamatan Ketungau Hilir, Kecamatan Ketungau Tengah, Kecamatan Sepauk dan Kecamatan Tempunak.
“Akibat banjir tersebut, sebanyak 46 KK mengungsi. Total, ada 5.702 KK dan 22.837 jiwa terdampak banjir Sintang,” ungkap Benyamin.
5. Pria di Kubu Raya Ngamuk di Bengkel Gegara Air Kaleng, Berakhir di Kantor Polisi
ADVERTISEMENT
Aksi premanisme yang dilakukan di salah satu bengkel, Desa Kuala Ambawang, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya. Aksi itu terlihat dari video instagram yang diunggah @dailypontianak.
Terlihat seorang pria yang berinisial BS itu mengamuk di bengkel tersebut. Musababnya, ia tak terima karena diberikan air kaleng yang murah.
“Minta bingkisan air kaleng bang, tapi mau yang mahal, lalu tidak terima dikasi air kaleng yang murah tak lama kemudian lalu cekcok sesusai yang divideo, udah minta yang mahal minta 20 krat agik,” tulis akun instagram @dailypontianak.
Dikonfirmasi Hi!Pontianak, Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Hafiz Febrandani, membenarkan peristiwa tersebut. Polisi juga telah mengamankan BS setelah mendapat laporan dari warga.