Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kalbar Sepekan: Suami Dibakar Istri; Jembatan Gantung Ambruk saat Lomba 17-an

HiPontianakverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Korban saat menjalani perawatan di rumah sakit Kubu Raya. Foto: Dok. Polres Kubu Raya
zoom-in-whitePerbesar
Korban saat menjalani perawatan di rumah sakit Kubu Raya. Foto: Dok. Polres Kubu Raya

Hi!Pontianak - Sejumlah peristiwa terjadi selama sepekan terakhir di Kalbar. Peristiwa itu mulai dari suami dibakar istri hingga jembatan gantung ambruk saat warga nonton lomba 17-an.

Berikut Kalbar Sepekan yang dihimpun tim Hi!Pontianak:

1. Suami yang Dibakar Istri karena Tak Beri Uang Beli Buku Anak Akhirnya Meninggal

Setelah mendapat perawatan intensif selama 12 hari, SN (50 tahun) pria di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, yang dibakar istrinya, akhirnya meninggal dunia.

SN meninggal pada Kamis dini hari, 17 Agustus 2023, di Rumah Sakit Kubu Raya. "Benar, SN, suami yang dibakar istrinya sendiri, meninggal dunia pada hari Kamis, 17 Agustus 2023, pukul 02.00 WIB di Rumah Sakit Kubu Raya," kata Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, Jumat, 18 Agustus 2023.

SN dibakar istrinya sendiri, SA (40 tahun), pada Minggu 6 Agustus 2023 dini hari. Saat itu, korban yang sedang tidur di kandang sapi miliknya, di Desa Pal 9, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Ia disiram BBM jenis Pertalite oleh istrinya yang kesal karena tak diberi uang untuk membeli buku sekolah anaknya. Seketika itu juga, Sa menyulut api ke tubuh korban.

kumparan post embed

2. Jembatan Gantung Mentukak Ambruk, Polisi: Total Korban 32 Orang

Jembatan gantung Mentukak yang berada di Desa Mentukak, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalbar, ambruk di tengah perlombaan peringatan HUT ke-78 RI, Kamis sore, 17 Agustus 2023.

Kapolres Sekadau, AKBP Suyono, melalui Kapolsek Nanga Taman, Ipda Insan Malau, mengungkapkan total korban dalam peristiwa itu berjumlah 32 orang.

"Rincian korban 21 laki-laki, 11 perempuan. Korban anak-anak berjumlah 9 orang dan dewasa 23 orang," ungkap Kapolsek kepada Hi!Pontianak.

Ia membeberkan kronologis peristiwa tersebut. Pada pukul 16.10 WIB, masyarakat RT 05 dan RT 06, Dusun Kalak, melaksanakan kegiatan hiburan rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-78 RI.

kumparan post embed

3. 2 Remaja Tenggelam di Kawasan Batu Tinggi Sekadau, Pencarian Masih Dilakukan

Dua remaja laki-laki masing-masing berusia 15 tahun dilaporkan tenggelam di kawasan Batu Tinggi, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Jumat sore, 18 Agustus 2023.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua remaja itu bersama teman-temannya sedang berwisata di kawasan Batu Tinggi. Diketahui saat musim kemarau, Batu Tinggi itu timbul karena air Sungai Sekadau surut. Saat Batu Tinggi timbul, kawasan ini ramai dikunjungi warga.

Warga yang mengetahui peristiwa itu memenuhi kawasan Batu Tinggi. Keluarga dari remaja tersebut juga datang ke lokasi.

kumparan post embed

4. Kematian Gadis Muda di Karaoke Sintang, Pengusaha Asal Riau Jadi Tersangka

Satresnarkoba Polres Sintang akhirnya menetapkan seorang pengusaha asal Riau, berinisial TM, sebagai tersangka pada kasus kematian Yola, gadis muda asal Tanjung Baung, Kecamatan Ketungau Hilir, yang meninggal usai karaoke di Angel Hall & Lounge Hotel My Home Sintang, belum lama ini.

Menurut Kasat Narkoba Polres Sintang, Iptu Dedi Supriadi, tersangka adalah pengepul sarang burung walet asal Riau. "Tersangkanya sudah ada. Sementara ini yang bersangkutan kita tahan di Rutan Polda Kalbar. Dia bersembunyi di rumah kontrakan, dan ditangkap di Pontianak," ungkap Dedi pada wartawan, Senin 14 Agustus 2023.

Ia mengatakan, alasan tersangka ditahan di Polda Kalbar, karena untuk pengembangan kasus. Guna mengetahui dari jaringan mana tersangka TM mendapatkan narkoba jenis ekstasi yang diberikan ke korban Yola.

"Tersangka adalah orang yang memberikan ekstasi kepada Yola (korban). Bukan hanya ke korban, tetapi ke semua orang yang ada di room karaoke saat itu. Ada 5 orang di dalam room saat itu, salah satunya adalah korban (Yola). Masing-masing dapat satu pil ekstasi," jelasnya.

kumparan post embed

5. Kabut Asap, Wali Kota Instruksikan Siswa di Pontianak Belajar Online

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono akan mengeluarkan surat pemberitahuan untuk menginstruksikan siswa belajar online. Kebijakan tersebut diambil mengingat kabut asap menyelimuti Pontianak.

“Saya berencana besok akan menetapkan untuk siswa terutama di bawah Pemkot, TK, SD, dan SMP bukan diliburkan, tetapi belajar online di rumah. Terutama yang TK, itu lebih bagusnya di rumah untuk sementara waktu,” kata Edi Selasa, 15 Agustus 2023.

Kebijakan belajar secara daring ini akan ditetapkan mulai besok, sampai kondisi kualitas udara di Pontianak kembali normal. “Kita lihat perkembangan, kalau cuaca sudah baik mudah-mudahan hujan lebat (kegiatan belajar mengajar) normal lagi,” ucapnya.

kumparan post embed