Kapal Pembawa Semen Menuju Kendawangan Dihantam Cuaca Buruk, 3 ABK Hilang

Konten Media Partner
27 Desember 2022 12:46 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Basarnas melakukan pencarian terhadap 3 ABK KM KY 02 yang hilang di perairan Karimata. Foto: Dok Basarnas Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Basarnas melakukan pencarian terhadap 3 ABK KM KY 02 yang hilang di perairan Karimata. Foto: Dok Basarnas Pontianak
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Hi!Pontianak - Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi pada Jumat, 23 Desember 2022, menghantam KM KY 02 hingga mengakibatkan kapal oleng dan tenggelam, di perairan Gosong Jelai, Perairan Karimata dengan rute Gresik menuju Kendawangan.
ADVERTISEMENT
Kepala Kantor SAR Pontianak, Yopi Haryadi, menyebutkan, kapal yang tenggelam ini bermuatan semen. Sebanyak 13 kru kapal berhasil diselamatkan. Namun 3 kru lainnya masih dalam proses pencarian.
Salah satu korban, Sandi (26 tahun) berhasil diselamatkan oleh kapal yang sedang melintas. Sandi diketahui sebelumnya terapung-apung setelah kapalnya tenggelam.
“Satu orang korban telah diselamatkan oleh kapal Bintang Jaya 2. Saat itu kapal tengah melintas, dan menyelamatkan korban yang terapung-apung,” kata Yopi, Selasa, 27 Desember 2022.
Basarnas melakukan intercept terhadap satu ABK KM KY 02 dari KM Bintang Jaya 2. Sebelumnya ABK ini sempat terapung setelah Kapal KY 02 tenggelam dihantam gelombang tinggi. Foto: Dok Basarnas Pontianak
“Tim SAR gabungan saat ini berhasil melakukan intercept dengan KM. Bintang Jaya 2, korban kemudian dibawa menuju Kuala Jelai. Total ada 13 korban selamat, dan 3 lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan,” lanjutnya.
Yopi mengatakan, sebelumnya korban berjumlah 15 orang, namun ternyata dari informasi yang dihimpun mendapat tambahan satu korban lainnya.
ADVERTISEMENT
“Awal mula manifesto kapal berjumlah 15 orang, namun setelah dilakukan penyebaran informasi kami mendapatkan laporan bahwa Bagas Ramadhani juga turut menjadi penumpang kapal tersebut sehingga jumlah korban bertambah menjadi 16 orang,” kata Yopi.
Total sebanyak 16 awak kapal menjadi korban dalam peristiwa ini. Sebanyak 12 awak kapal berhasil lebih dulu diselamatkan oleh TB Maximus 710. Korban yang selamat ini langsung dibawa menuju pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah. “Sedangkan 3 korban hilang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan,” tukasnya.