Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kelenteng Fuk Tet Chi di Sekadau Mulai Dibangun, Bupati: Simbol Kerukunan Umat

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Sekadau, Aron, meletakkan batu pertama pembangunan rehab Kelenteng Fuk Tet Chi di Jalan Irian. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Sekadau, Aron, meletakkan batu pertama pembangunan rehab Kelenteng Fuk Tet Chi di Jalan Irian. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Peletakan batu pertama pembangunan rehab Kelenteng Fuk Tet Chi di Jalan Irian, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar, resmi dilaksanakan, pada Selasa, 30 September 2025.

Ketua Panitia Pembangunan, Edy Chandra, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan berbagai pihak. Apalagi pembangunan kelenteng ini sudah lama didambakan oleh masyarakat Konghucu.

“Pembangunan ini adalah cita-cita yang kami dambakan. Tempat ini bukan hanya rumah ibadah, tetapi juga pusat keagamaan dan kebudayaan. Dengan adanya tempat yang representatif, umat dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk,” ujarnya.

Edy menegaskan, keberhasilan pembangunan ini tidak lepas dari semangat kebersamaan. Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau, para donatur, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam pendanaan pembangunan kelenteng ini.

Ketua Panitia yang juga Ketua Yayasan Ingat Budi Leluhur, Edy Chandra, saat peletakan batu pertama pembangunan rehab Kelenteng Fuk Tet Chi. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak

"Rumah ibadah ini diharapkan bukan hanya menjadi sarana keagamaan, tetapi juga simbol persatuan dan kerukunan umat beragama di Kabupaten Sekadau," ucapnya.

Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Sekadau, Agustinus Atang, turut memohon doa restu dari pemerintah daerah dan masyarakat agar pembangunan kelenteng tersebut dapat berjalan lancar dan sukses.

Wakil Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) Kalimantan Barat, Rudi Leonard, mengatakan batu pertama yang diletakkan merupakan simbol dan pondasi, sekaligus menjadi harapan cinta kasih yang akan menopang spiritual umat Konghucu di Sekadau.

"Kelenteng Fuk Tet Chi bukan hanya milik umat Konghucu, tetapi milik masyarakat luas. Kelenteng ini akan menjadi ruang dialog antarumat beragama, tempat berbagai nilai universal, serta mempererat persaudaraan lintas agama," tambahnya.

Foto bersama usai peletakan batu pertama pembanguan Kelenteng Fuk Tet Chi di Jalan Irian Sekadau. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak

Sementara itu, Bupati Sekadau, Aron, mendukung penuh pembangunan Kelenteng Fuk Tet Chi, termasuk juga rumah ibadah lainnya di Kabupaten Sekadau.

"Pembangunan kelenteng ini bukan hanya fisik, tetapi juga harus mendorong aspek spiritual, sosial, pendidikan, dan budaya. Pemda siap memberikan dukungan penuh agar kelenteng ini menjadi simbol kerukunan dan kebersamaan masyarakat Sekadau," tuturnya.

Kelenteng Fuk Tet Chi sendiri merupakan kelenteng tua di Kabupaten Sekadau. Pembangunan rebahnya kini dimulai untuk menghadirkan rumah ibadah yang lebih representatif dan nyaman.

"Kami dari pemda siap memberikan support. Kami minta panitia bisa berkoordinasi dengan kami agar pembangunan ini dapat dimonitor dengan baik," pungkas Aron.