Kelompok Naga Sinar Surya Turut Meriahkan Cap Go Meh di Pontianak

Hi!Pontianak - Perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak berlangsung meriah. Banyak antraksi yang sarat makna dan budaya menarik perhatian masyarakat serta wisatawan.
Terselip banyak kisah dari para peserta pawai naga bersinar yang selalu menjadi pusat perhatian. Salah satunya dari kelompok Naga Sinar Surya yang hingga tahun ini mendapatkan dukungan dari Wismilak Foundation dalam melestarikan budaya pawai naga di Kota Pontianak.
Kelompok Sinar Surya didirikan pada tahun 2013 lalu sebagai usaha untuk melestarikan kebudayaan komunitas Tionghoa dalam bentuk olahraga dan permainan barongsai, yang kemudian dilengkapi juga dengan atraksi naga.
Sang pendiri, Julius dan keluarganya, selalu memiliki minat yang tinggi akan seni barongsai dan naga. Hobi ini kemudian diterjemahkan menjadi rasa cinta dan kepedulian untuk melestarikan kebudayaan, serta menurunkan pengetahuan budaya ini kepada generasi yang lebih muda.
“Sejak 2013, kelompok Naga Sinar Surya tidak pernah absen memeriahkan perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak. H-30 setiap tahun sebelum perayaan Tahun Baru China, kami sudah mulai berlatih secara intens untuk memeriahkan festival Cap Go Meh. Mulai dari ritual buka mata naga hingga ritual bakar naga di akhir perayaan Cap Go Meh,” kata Julius dalam keterangan yang diterima Hi!Pontianak, Sabtu (8/2).
Awal mula kerjasama yang terjalin antara Wismilak Foundation dan kelompok Naga Sinar Surya terjadi karena kesamaan visi dan misi untuk menjaga dan melestarikan budaya. Sesuai dengan salah satu pilar Wismilak Foundation, yaitu peduli budaya.
Pada 2017, kelompok Naga Sinar Surya yang diwakili oleh Julius mengajukan proposal kerjasama yang langsung disetujui, bahkan berlangsung hingga kini. Dukungan Wismilak Foundation diberikan dalam bentuk penyediaan sarana hingga dukungan untuk pembinaan dan latihan peserta. Selain itu, kelompok Naga Sinar Surya dan Wismilak Foundation kerap berbagi ide dan konsep dalam merancang panjang, bentuk dan warna naga yang akan dipertunjukkan.
Di tahun 2019, kelompok Naga Sinar Surya kompak bermain dengan elok dan menarik mata masyarakat Kota Pontianak dengan lampu-lampunya yang cantik. Naga Sinar Surya pun diberikan penghargaan juara 1 Naga Bersinar.
Di tahun 2020 ini, walaupun tidak memiliki target tertentu. Segenap tim yang terdiri dari pemain berusia 16-30 tahun, memiliki keinginan untuk mempertahankan gelar juara tersebut sebaik mungkin.
“Kami tentu menghargai kerjasama ini lebih dari sekadar ajang untuk meramaikan perayaan Cap Go Meh. Misi pelestarian budaya yang kami sampaikan ini dapat diperlihatkan dengan sangat baik oleh para pemain naga, serta segenap pelatih dan pengurus kelompok Naga Sinar Surya. Silaturahmi yang berjalan dengan baik ini tentu saja sangat berarti bagi kami. Prestasi yang diraih pun kami anggap sebagai apresiasi atas kerja keras tim, dan Wismilak Foundation sangat berterima kasih atas kerja sama ini,” ujar Jaya Siddhi Gantama, perwakilan Wismilak.
Kemeriahan Cap Go Meh yang diselenggarakan mulai dari 2-8 Februari itu tidak terlepas dari dukungan pemerintah kota setempat yang semakin giat mendukung beragam acara seni dan budaya. Di tahun tikus logam ini, Kota Pontianak akan semakin ramai dengan festival kue keranjang seberat 2 ton yang akan didirikan menyerupai pagoda dan akan dibagikan ke masyarakat saat acara berakhir.
Jalan Diponegoro, Pontianak, juga semakin cantik dengan lampu hias, serta replika naga mas sepanjang 45 meter dan sepasang patung tikus berdiameter 1 meter. Terdapat pula 65 stan yang terdiri dari stan kuliner maupun UMKM, serta panggung hiburan yang tampil pada pekan promosi dan kuliner setiap harinya.
Tahun ini merupakan tahun ke-13 di mana Wismilak Foundation konsisten dan berperan aktif mendukung perayaan Cap Go Meh yang berfokus di Pontianak. Selain akan mendukung kegiatan pawai naga berseri melalui kerja samanya dengan kelompok Naga Sinar Surya, Wismilak Foundation juga telah memberikan dukungan pemeliharaan bangunan budaya serta ikonik di Singkawang dan Pontianak.
Program pemeliharaan ini sudah dimulai pada tahun 2017 saat memberikan dukungan pemeliharaan dan perbaikan tempat ibadah (tapekong) kepada Vihara Budha Kutub Utara di Pontianak. Vihara Budha Kutub Utara sendiri merupakan tempat ibadah yang telah berumur lebih dari 100 tahun, sehingga termasuk sebagai salah satu peninggalan budaya dan arsitektur dengan nilai historis yang sangat tinggi. Tahun 2019 lalu, sejumlah 9 tapekong juga mendapat bantuan pemeliharaan agar dapat dipergunakan sebagai sarana kegiatan keagamaan oleh masyarakat sekitar dengan lebih baik.
Pada perayaan Cap Go Meh tahun 2018, Wismilak Foundation juga memberikan dukungan pemberian safety equipment berupa helm pemadam kepada Pemadam Kebakaran Bhakti Raya, Pontianak.
“Tidak banyak orang yang rela berkorban demi melestarikan kebudayaan, seperti kelompok Naga Sinar Surya ini yang terus mencintai seni dan olahraga barongsai serta naga, bahkan memiliki misi untuk menurunkan kepedulian ini pada generasi muda. Sudah sepatutnya Wismilak Foundation memberikan dukungan melalui pilar peduli budaya yang terus kami jalankan secara konsisten. Kami harap, kerja sama yang terjalin akan semakin solid, dan akan semakin banyak anak tertarik dan ikut giat melestarikan kebudayaan ini di masa depan ,” tutur Ketua Yayasan Wismilak Foundation, Henry Najoan.
