Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kematian Yesa Dinilai Tak Wajar, Polres Ketapang Akan Lakukan Autopsi di Makam

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi jenazah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jenazah. Foto: Shutterstock

Hi!Pontianak - Polisi memastikan akan melakukan autopsi terhadap jenazah Yesa (7 tahun), seorang anak perempuan yang ditemukan meninggal dunia mengapung di belakang rumah orang tua asuhnya di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis, 23 November 2023.

Kapolres Ketapang, AKBP Tommy Ferdian, mengatakan, pihaknya telah memanggil pihak orang tua asuh dan orang tua kandung korban, untuk dipertemukan. Dari pertemuan itu, orang tua kandung korban meminta polisi melakukan penyelidikan.

"Pihak orang tua kandung minta penyelidikan lebih lanjut terkait adanya dugaan penyiksaan terhadap almarhumah," kata Tommy, Selasa, 28 November 2023.

Ia menambahkan, pihak orang tua kandung juga telah memberi izin untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Hal tersebut dilakukan karena orang tua angkat korban telah memakamkan jenazah gadis 7 tahun itu.

"Rencananya dalam waktu dekat kita akan autopsi, yang akan dilakukan oleh dokter ahli forensik, guna memastikan penyebab kematian, serta kebenaran adanya dugaan penganiayaan atau kekerasan yang dialami almarhumah," tegasnya.

Tommy menyebutkan, jajaran Satreskrim Polres Ketapang saat ini juga sudah mulai melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap saksi-saksi, termasuk orang tua asuh almarhum.

"Kemarin malam kita sudah lakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap orang tua asuh almarhum di Polsek Sandai, namun rencananya akan dilakukan pemeriksaan lanjutan secara intensif di Polres Ketapang. Kasus ini statusnya masih dalam tahap penyelidikan," tukasnya.