Kernet Bus asal Kalbar Butuh Bantuan Dana untuk Operasi Buka Pen di Kaki

Hi!Pontianak - Petrus warga Dusun Ampaning Laut, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, sudah beberapa bulan terakhir, hanya bisa berpasrah di rumah. Kakinya patah setelah mengalami kecelakaan sepeda motor pada Agustus 2019.
Sejak kecelakaan tersebut, pria berusia 30 tahun yang berasal dari keluarga kurang mampu itu, mengungkapkan, kakinya yang patah telah diobati dan dipasangi pen.
Awalnya saat dibawa ke rumah sakit Yarsi, Petrus disarankan untuk dilakukan amputasi pada bagian kakinya. Namun karena dirinya tidak mau, ia pun dirujuk ke rumah sakit Santo Antonius untuk dilakukan pemasangan pen.
"Saat kecelakaan itu, ada warga yang menolong dan bawa langsung ke rumah sakit Yarsi. Awalnya saya dibawa ke Yarsi untuk pertolongan pertama. Saat di Yarsi saya dengar disuruh amputasi, saya langsung minta rujukan ke Antonius," ungkap Petrus, kepada Hi!Pontianak, pada Minggu (7/6).
Saat ini Petrus dalam kondisi perawatan. Namun dengan keterbatasan ekonomi, diapun sesekali hanya bisa membeli obat di bidan terdekat, untuk mengurangi rasa perih di kakinya.
"Kemarin daging-daging yang disambung itukan banyak yang busuk, jadi banyak yang digunting. Di kaki saya sekarang banyak lubang-lubangnya karena infeksi. Pengobatan lanjutan sih tidak ada, sekarang beli obat di bidan, dikasi antibiotik dan obat pereda nyeri,” ungkapnya.
Padahal, Petrus adalah tulang punggung bagi keluarganya. Dirinya memiliki seorang anak yang berusia dua tahun. Istrinya telah meninggalkan Petrus, karena tak terima kondisi keluarga mereka saat ini.
Kini terpaksa, Petrus dan anaknya hanya bisa menggantungkan nasib kepada bibinya, adik dari ibu Petrus. "Di rumah hanya tinggal bibi saja. Tiap bulannya itu dia kasih bantuan. Untuk anak saya, kadang ada tetangga-tetangga saya juga yang kasih, untuk jajannya kata mereka," tuturnya.
Sebelumnya, Petrus bekerja sebagai kernet bus. Dengan kondisi seperti ini, ia tentu saja tidak bisa melanjutkan pekerjaanya.
Namun, menurutnya, bos pemilik bus itupun selalu menerimanya. Bahkan terkadang, si bos memberikan bantuan untuk dirinya.
Ia berharap, dalam keterbatasan dirinya saat ini, ada donatur yang dapat membantu dalam pengobatan kakinya. Agar ia pun bisa kembali mencari nafkah dan menghidupi keluarganya.
"Mudah-mudah ini cepat sembuh saja, dan semoga juga ada yang bisa membantu, karena kemarin katanya buka pen inipun harus dioperasi lagi," harapnya.
Ikatan Pemuda Dayak Kubu Raya (IPDKR), Kalimantan Barat, pun telah melakukan penggalangan dana atau donasi yang ditujukan untuk pemulihan dan pengobatan Petrus, sejak 5 Juni.
Penggalangan dana ini dilaksanakan setelah IPDKR mengadakan penelusuran dan berkomunikasi dengan pihak keluarga. IPDKR juga sudah melakukan verifikasi dan mengecek kondisi Petrus melalui anggotanya.
Ketua Umum IPDKR, Teofelus Boni, mengatakan, dalam penggalangan dana ini, IPDKR hanyalah perantara. "Kami bergerak tentu atas izin dari pihak keluarga yang bersangkutan,” ujarnya.
Ia mengatakan sudah ada beberapa donasi yang masuk ke rekening IPDKR. “Tentu kami sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat menyalurkan bantuannya melalui IPDKR. Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan transparansi, maka kami akan selalu memberikan update informasi mengenai proses penggalangan donasi ini, minimal dua hari sekali dan itu dapat dilihat di akun Facebook kami IPDKR Kubu Raya dan akun Instagram kami @ipdkr," jelas Boni, yang telah menahkodai IPDKR selama dua periode ini.
Program penggalangan Dana Peduli Pengobatan Petrus ini akan berjalan hingga berakhirnya nanti pada 26 Juni 2020. Setelah itu berapa pun yang terkumpul, semuanya akan diserahkan langsung kepada Petrus.
Ia mengungkapkan hingga Sabtu, 6 Juni 2020, pukul 16.00 WIB terkumpul dana sebanyak Rp 908.499. Sementara dana yang dibutuhkan untuk perawatan di rumah sakit, melepas pen, diperikirakan mencapai Rp 15 juta.
“Bagi para donatur, atau siapa saja, baik pribadi maupun lembaga yang terpanggil membantu saudara kita ini, dapat disalurkan melalui rekening kami Bank Kalbar 1021346060 dan Rekening CU Pancur Kasih 030003.000.078.530 a/n Ikatan Pemuda Dayak Kubu Raya. Konfirmasi dan Informasi melalui Nomor WA IPDKR 0895 1474 0019,” kata Boni.
Sebelumnya IPDKR juga pernah beberapa kali mengadakan kegiatan penggalangan Dana untuk membantu masyarakat yang kesulitan, mayoritas untuk pengobatan.
