Kesan AKBP I Nyoman Sudama Bertugas di Sekadau: Saya Seperti Pulang Kampung

Konten Media Partner
31 Januari 2024 18:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak
ADVERTISEMENT
Hi!Sekadau - Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, menceritakan kesannya saat bertugas di Kabupaten Sekadau, Kalbar. Apalagi, penempatan sebagai Kapolres Sekadau ini menjadi yang pertama baginya bertugas di Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT
Nyoman Sudama sebelumnya pernah bertugas di Timor Timur, Papua, Sudan untuk misi perdamaian PBB, Semarang, hingga Jakarta Selatan.
Baru sebulan menjabat sebagai Kapolres, Nyoman Sudama menilai bahwa Sekadau cukup unik dan istimewa. Sebagai kabupaten yang baru mekar kurang lebih 20 tahun, Kabupaten Sekadau memilik kekhasan sendiri, misalnya ada Keraton yang masih berdiri hingga saat ini.
Selain itu, kehidupan masyarakat sangat heterogen. Artinya, dari suku, agama, dan ras sangat beragam. Nyoman Sudama mengatakan, bia dibilang Sekadau ini sebagai melting pot, di mana persatuan dan kesatuan masyarakat saling melengkapi.
Menurutnya masyarakat Sekadau sangat welcome dan hidup rukun. Secara umum pada tahun 2022, Kalimantan Barat masuk 10 besar provinsi teraman di Indonesia, tepatnya di peringkat 8. Nyoman Sudama mengatakan, hal itu tentu tidak terlepas dari dari kabupaten dan kota dalam menjaga keamanannya, termasuk Sekadau.
Kapolres bersama Wakapolres Sekadau menemui masyarakat saat perayaan Malam Tahun Baru. Foto: Dok. Polres Sekadau
Ditambah lagi kehidupan masyarakat yang berasal dari berbagai suku, agama, dan ras yang berjalan dengan harmonis. Hal ini tentunya semakin mewarnai keberagaman masyarakat Bumi Lawang Kuari (julukan Kabupaten Sekadau).
ADVERTISEMENT
"Saya senang dan bangga bertugas di sini (Sekadau). Saya seperti pulang kampung karena alam di sini sangat sejuk, kualitas udaranya masih bersih, sumber air tidak kekurangan," ujar Nyoman Sudama kepada Hi!Pontianak, Rabu, 31 Januari 2024.
Tak hanya itu, Nyoman Sudama mengatakan, pemeritah daerah juga welcome. Bahkan, dirinya telah berkunjung ke beberapa instansi pemerintah dan menyatakan kesiapan bekerja sama untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Sekadau.
Untuk masyarakat, kata dia, memang terdapat harapan-harapan yang disampaikan kepada pihak kepolisian terkait masalah keamanan. Namun, secara umum masyarakat siap membantu tugas kepolisian dalam menjaga kamtibmas.
"Kesan yang mereka sampaikan, bahwa Sekadau ini aman. Tidak pernah ada gejolak-gejolak yang membuat Sekadau ini terganggu atau membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama bersama Wabup Sekadau, Subandrio, dalam kegiatan Jumat Curhat. Foto: Dok. Polres Sekadau
Nyoman Sudama yang telah berkunjung ke tujuh Polsek jajaran Polres Sekadau mengatakan, memang ada keluhan dari masyarakat terkait jalan yang belum mulus. Namun, pihaknya selalu berkomunikasi dengan masyarakat dalam kegiatan rutin melalui Jumat Curhat sehingga warga bisa menyampaikan keluhan-keluhan yang ada.
"Paling tidak kita bisa merespons meskipun tidak seluruhnya bisa kita selesaikan. Tapi paling tidak bagian-bagian kecil itu kita bertahap bantu carikan solusinya," ucapnya.
Nyoman Sudama mengatakan, perekonomian masyarakat juga sedang bertumbuh. Menurutnya, semua serba ada di Sekadau, meskipun di tempat lain sudah banyak.
"Ternyata di sini CU berkembang, kalau di Bali itu dari zaman Belanda dulu berkembang CU. Di sini masih ada namanya, tapi lebih modern ya," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Di bidang kuliner, Nyoman Sudama mengatakan, cukup berkembang, bahkan nasi campur juga ada di Sekadau. "Kulinernya juga berkembang, baik dari (hasil) alam maupun kekinian," ujarnya.
Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama, turun langsung kerja bakti bersama warga memperbaiki jalan rusak di Dusun Lamau beberapa waktu lalu. Foto: Dok. Polres Sekadau
Menurut Nyoman Sudama, perkembangan Kabupaten Sekadau dalam 20 tahun ini sudah banyak kemajuan. Sekadau sendiri memiliki ikon Masjid Agung yang kini dalam proses penyelesaian dan Gereja Agung yang sudah berdiri.
"Kemudian ikon kebhinekaannya ada. Contohnya Masjid Al-Muhajirin dan Gereja yang berada secara berdampingan," bebernya.
Nyoman Sudama sejak pertama bertugas di Sekadau dikenal giat mengunjungi para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat. Ia mengatakan, ini merupakan bagian dari program Cooling System.
"Kebetulan kita akan menghadapi Pemilu. Jadi, Nusantara Cooling System ini salah satu kegiatan yang kita laksanakan di Sekadau adalah menjalin silaturahmi, mengunjungi tokoh-tokoh untuk memberikan imbauan sehingga bisa tersampaikan pesan-pesan kamtibmas yang kita harapkan kepada seluruh masyarakat," tuturnya.
ADVERTISEMENT
Nyoman Sudama pun berharap keharmonisan dan keamanan di Kabupaten Sekadau dapat terjaga dengan baik. Untuk mewujudkan itu tentunya perlu peran serta seluruh lapisan masyarakat agar tercipta Sekadau Aman dan Sejahtera.