Kisah Personel Brimob Kalbar Membangun Pondok Belajar Gratis Membaca Al-Qur'an
·waktu baca 2 menit

Hi!Pontianak - Seorang personel Brimob Polda Kalimantan Barat membangun sebuah rumah belajar Al-Qur'an secara gratis. Selain bertugas menjadi polisi, ia juga ingin memiliki karya untuk membangun akidah dan akhlak kepada anak-anak.
Personel Batalyon B Pelopor, Sat Brimob Polda Kalbar, Bripka Riki Iswandi, membangun sebuah rumah pendidikan untuk belajar dan mengenal Al-Qur'an. Tempat tersebut bernama Saung Al-Quran Uwais Al-Qarni.
“Selain saya sebagai abdi negara, saya juga mengajarkan anak-anak tentang bagaiman kita mengenal atau memahami bacaan dari Al-Qur'an itu. Di sini kita menyediakan fasilitas gratis bagi anak-anak Saung Quran Uwais Al-Qarni. Polisi itu tidak hanya menjadi seorang polisi, namun polisi itu juga bisa berkarya untuk membangun akidah dan akhlak untuk bangsa negara ini,” jelas Riki, Minggu, 5 Juni 2022.
Pengajar di Saung Al-Quran Uwais Al-Qarni, Nur Huda, mengucapkan banyak terima kasih kepada Bripka Riki, karena sudah susah payah membangun rumah belajar pendidikan agama tersebut.
“Terima kasih banyak Pak Riki, sudah mau menerima Nurul di sini, terima kasih sudah mau mempercayakan Saung Al-Quran ini kepada Nurul,” ucapnya.
Awalnya, kata Nurul, tempat tersebut merupakan rumah untuk Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA). Dengan perjuangan Riki, tempat tersebut akhirnya dapat berkembang menjadi program pendidikan agama yang baik.
“Awalnya itu cuma rumah, awalnya TPA di dalam rumah. Bapak selalu berjuang, apapun kata orang, kita tetap berdiri di jalan, dan tidak terlalu mau koar-koar di masalah dana dan sebagainya, tapi kata beliau biarlah program kita Saung Al-Quran kita ini berjalan dan mengalir seperti air,” ungkap Nurul.
Ia menyebutkan, sulit untuk menemukan sosok seperti Bripka Riki, dengan kesibukannya mengabdikan diri kepada negara, namun juga mengurus rumah pendidikan agama secara gratis kepada anak-anak.
“Susah ya kita menemukan orang, yang mereka itu juga ada kesibukan, sering keluar kota, sering tugas, kalau tugas lama, bukan sehari dua hari. Dengan segala kesibukannya, dia mau membuka program pendidikan agama. Bukan pendidikan belajar seperti matematika, bahasa inggris, atau IPA, tapi ini pendidikan urgensi, sangat penting, pendidikan agama, di mana agama ini sangatlah utama kita pelajari,” paparnya.
“Buat Pak Riki semangat terus untuk mengembangkan Saung Al-Quran ini. Apapun cobaannya, kita harus berdiri, tetap harus berjalan,” tukasnya.
