Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kisah Sukses Warga Mempawah, dari Pekerja Serabutan Kini Miliki 120 Tambak

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Zainal sukses melakukan budidaya ikan air tawar dengan keramba apung. Foto: M. Zain/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Zainal sukses melakukan budidaya ikan air tawar dengan keramba apung. Foto: M. Zain/Hi!Pontianak

Hi!Mempawah - Zainal Arifin merupakan salah seorang pengusaha budidaya ikan air tawar dengan keramba apung di Desa Antibar Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalbar. Sudah 12 tahun pria yang dulunya kerja serabutan itu menekuni usaha tersebut.

"Saya memulai usaha sejak tahun 2011. Sebelumnya itu saya campur-campurlah (serabutan) kerjanya. Biasa dagang buah, jualan di kaki lima di pasar, dan macam-macam kerjaan lainnya ikut dengan kawan-kawan," ungkapnya kepada Hi!Pontianak, Kamis, 12 Oktober 2023.

"Kemudian saya coba usaha keramba apung ini setelah melihat usaha kawan. Hasilnya lumayan menjanjikan dan akhirnya saya bertahap ikut juga," lanjut Zainal.

Pada saat awal memulai usaha, keramba apung milik Zainal hanya ada 6 petak. Seiring semakin berkembang usahanya itu, kini Zainal telah memiliki 120 petak keramba apung.

"Awal mula hanya 6 petak, seiring berjalan alhamdulillah sekarang sudah ada 120 petak keramba. Jumlah ikannya bisa mencapai ratusan ribu yang terdiri dari ikan lele, nila, mas, dan patin," ujarnya.

Keramba milik warga Mempawah. Foto: M. Zain/Hi!Pontianak

Dalam sebulan Zainal bisa melakukan panen sebanyak 4 kali atau sekali dalam seminggu. Sekali panen, ikan yang dijual bisa mencapai sekitar 1 ton.

"Sekali panen itu kadang 1 ton kadang lebih, rata-ratanya itu 1 ton lah campur dengan ikan ikan lainnya. Uangnya itu bisa sekitar Rp 28-29 juta," ucapnya.

Menurut Zainal, saat ini usaha keramba apung juga memiliki tantangan yang lumayan berat. Mulai dari kondisi air sungai Mempawah yang sering tercemar hingga harga pakan ikan yang terus naik.

"Namun kita tetap optimis untuk menjalani usaha ini. Berbagai upaya kita lakukan, seperti mencari pakan tambahan selain pakan pabrik," jelasnya.

Saat ini, Zainal juga sudah mempekerjakan tiga orang untuk membantunya mengurus usaha keramba apung miliknya. Dengan sistem bagi hasil, yaitu 30 persen untuk pekerja dan 70 persen untuk Zainal dari hasil panen ikan tersebut.