Kumparan Logo
Konten Media Partner

Korban TPPO Asal Kalbar: Kerja Game Online di Kamboja, Tak Digaji hingga Disiksa

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Heri Saat Menceritakan Kisah Hidupnya Menjadi Korban TPPO. Foto: Rere Hutapea/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Heri Saat Menceritakan Kisah Hidupnya Menjadi Korban TPPO. Foto: Rere Hutapea/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Satu di antara korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Kalimantan Barat, Heri, menceritakan kisah hidupnya saat dipaksa bekerja di Game Online di Kamboja. Heri mengaku tidak menerima gaji sepeser pun selama setahun, bahkan dirinya menyaksikan sendiri teman-temannya disiksa.

"Kontrak sudah habis selama 6 bulan, sekitar itu saya tidak bekerja dan sudah satu tahun lebih tidak digaji. Selama di Myanmar saya melihat dengan mata kepala saya sendiri teman saya dipukuli, bajunya dilepas, dikasih paku di badan dicolek-colek, dikasih alkohol. Ada juga wanita ditelanjangi, diikat, dilistrik namun sepertinya bukan orang Indonesia, tapi dari negara lain," ungkap Heri.

Heri mengungkapkan awal mula dirinya menjadi korban TPPO ketika masih berusia 17 tahun pada 2022 dan diajak temannya bekerja di luar negeri untuk bermain game online.

"Pada saat itu masalah keuangan keluarga sedang tidak mampu, jadi saya merantau awalnya ke kamboja. Perekrutan saya tau dari teman dan itu terjadi pada tahun 2022. Waktu itu saya masih berumur sekitar 17 tahun," ungkapnya.

Heri juga menjelaskan bahwa ia berangkat dari Kota Singkawang bersama dengan tiga orang lainnya.

"Setiba di Kamboja, saya di training selama satu bulan lebih, saya dijanjikannya bukan judi melainkan game online," jelasnya.

Di training selama satu bulan, Heri mengaku bekerja seperti biasa dan target client mereka adalah orang-orang dari Amerika dan Canada. Namun, setelah melewati satu bulan masa percobaan, Heri dibawa ke Myanmar, bukan ke Thailand seperti yang dijanjikan sebelumnya.