Kumandang Selawat Iringin Peletakan Batu Pertama Gedung Baru Markas PMI Kalbar
·waktu baca 3 menit

Hi!Pontianak - Kumandang selawat mengiringi Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, meletakkan batu pertama dan pemancangan tiang pertama tanda dimulainya pembangunan Markas Besar Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat, di Jalan Sutoyo Pontianak, pada Kamis, 6 April 2023.
Selain dapat menyediakan kantong darah, Gubernur Kalbar mengatakan Markas Besar PMI Provinsi Kalbar ini nantinya juga dapat dijadikan sebagai fasilitas sarana dan prasarana dalam penanggulangan bencana.
Pembangunan kembali markas besar PMI Kalbar ini dikarenakan gedung markas PMI sebelumnya yang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan sudah tidak memadai, serta status kejelasan kepemilikan tanahnya masih belum jelas.
“Kenapa kita pilih letaknya di sini, karena tanah di sana itu perlu lagi disertifikatkan dan sebagainya, prosesnya bisa memakan waktu lama. Nantinya disana mungkin sebagai gedung gudang, tempat penyimpanan peralatan dan sebagainya, tapi disini nanti sebagai tempat operasional utamanya,” ungkap Sutarmidji.
"Menurut saya di sini lebih bagus sebab bersebelahan dengan Kantor BPBD Kota Pontianak sehingga kalau ada kegiatan bisa disinergikan dengan PMI. Kemudian dekat juga dengan PMI Kota Pontianak, Polsek Pontianak Selatan sehingga bisa terpadu ketika penanganan bencana,” kata Sutarmidji.
Menurut orang nomor satu di Kalbar ini, pembangunan Markas Besar PMI Provinsi Kalbar perlu dilakukan, karena PMI merupakan lembaga yang vital. PMI sangat menyentuh langsung masyarakat.
Target pembangunan Markas Besar PMI ini, kata Sutarmidji mudah-mudahan dapat rampung dalam waktu lima bulan. “Karena Markas di sana itu tidak layak, sedangkan PMI Provinsi ini sekarang sudah bergerak ke daerah-daerah, membantu Pemda menangani bencana-bencana di daerah-daerah,” tegasnya.
Sedangkan untuk pembiayaan pembangunan tersebut, Gubernur Kalbar mengutarakan bahwa alokasi biayanya dari hibah oleh Pemprov Kalbar.
“Untuk biayanya sekitar Rp 9 miliar dari hibah APBD Pemprov Kalbar, yang terdiri dari gedungnya 12x28 meter persegi, kemudian aulanya sekitar 16x32 meter persegi, untuk bangunannya Insya Allah lebih murah. Sebab lembaga PMI ini semi Pemerintah Daerah, bahkan di daerah-daerah lain itu seperti di pulau jawa PMI mendapatkan hibah sekitar Rp 20 Miliar,” paparnya.
“Selama ini dana hibahnya hanya sekitar Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar saja. Bagaimana mau operasional mereka, padahal mereka itu (PMI) untuk berbagai bencana lebih cepat dari berbagai lembaga lainnya dan lebih mengena di hati masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua PMI Provinsi Kalbar, Lismaryani mengutarakan sangat bersyukur pembangunan Markas Besar PMI Provinsi Kalbar atas bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalbar.
“Alhamdulilah segenap para Pengurus PMI Provinsi berterima kasih kepada Bapak Gubernur Kalbar yang telah memberikan dukungan kepada PMI Provinsi Kalbar, sehingga pada hari ini kita bersama bisa mengukir sejarah yang cukup membanggakan, yakni membangun Markas Besar PMI Provinsi Kalbar,” kata Lismaryani.
Dirinya berharap dengan dibangunnya gedung baru Markas Besar PMI ini dapat meningkatkan kinerja seluruh komponen baik dari Pengurus, Staff hingga Relawan untuk mengabdi di tengah masyarakat.
“Kami berharap semangat yang luar biasa ini dapat memberikan dampak positif kepada seluruh PMI yang ada di Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat. Mudah-mudahan kita dapat bersama seiring sejalan dalam membangun PMI di Provinsi Kalbar sesuai dengan peran dan fungsi kita masing-masing. Dan tak lupa, yang utama semoga kita mendapatkan ridho serta diberikan kemudahan dan keselamatan dari Allah SWT dalam melaksanakan tugas kita ini,” harapnya.
