Kumparan Logo
Konten Media Partner

Liana, Gadis Berusia 10 Tahun di Singkawang yang Telah Menjadi Tatung

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Liana, seorang tatung berusia 10 tahun, ikut dalam parade tatung. Foto: Teri/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Liana, seorang tatung berusia 10 tahun, ikut dalam parade tatung. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Puncak kemeriahan Cap Go Meh 2020 di Kota Singkawang, Kalimantan Barat berlangsung Sabtu pagi (8/2), dengan parade tatung yang berkeliling Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Tatung adalah orang yang memiliki kemampuan layaknya dukun dan kebal terhadap benda tajam.

Para tatung dan pengiringnya telah bersiap sejak dini hari, untuk melintasi panggung utama yang dihadiri oleh para tamu, wisatawan, dan pejabat, yang berada di Jalan Diponegoro.

Di antara 847 tatung yang tampil, salah seorangnya adalah Liana, seorang anak berumur 10 tahun. Ini adalah pengalaman pertama Liana menjadi tatung.

Liana bersama bibinya, bersiap sebelum tampil pada parade tatung. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Ia terpantau sedang bersiap-siap bersama bibi dan pamannya untuk ikut parade tatung. Liana merupakan anak kelas 5 SD, yang turun temurun menjadi tatung dari keluarganya. "(Ini) pertama kali jadi tatung. Ikut mama, bibi, paman," jelasnya malu-malu, saat diajak berbincang oleh tim Hi!Pontianak.

Sejak pukul 06.00 WIB, ruas persimpangan Jalan Antasari dan Jalan Firdaus, dipadati oleh tatung dan pengiringnya, sebelum mereka arak-arakan melalui panggung utama dan berkeliling Kota Singkawang.

Perayaan festival Cap Go Meh 2020 di Kota Singkawang berjalan dengan meriah, masyarakat Kota Singkawang, serta wisatawan pun turut menyaksikan dan mendokumentasikan momen tersebut.

Liana tersenyum saat difoto oleh tim Hi!Pontianak. Foto: Daddy Cavalero/Hi!Pontianak