Kumparan Logo
Konten Media Partner

Malam Tahun Baru, Jalan Gajah Mada Pontianak Ditutup

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pesta kembang api di Jalan Gajah Mada Pontianak. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesta kembang api di Jalan Gajah Mada Pontianak. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak

Malam Tahun Baru, Jalan Gajah Mada Pontianak Ditutup

Hi!Pontianak - Untuk mencegah penyebaran dan penularan corona pada malam perayaan Tahun Baru, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, melarang segala bentuk aktivitas yang berpotensi terjadinya kerumunan, terutama di Jalan Gajah Mada.

Edi mengatakan, pusat keramaian di Jalan Gajah Mada akan ditutup, karena biasanya masyarakat berkumpul untuk merayakan malam Tahun Baru di lokasi itu.

“Hal ini kita sosialisasikan secara masif, baik di media cetak, elektronik maupun media sosial," ungkap Edi.

Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah terjadinya kerumunan pada malam Natal dan Tahun Baru. Ia mengimbau warga agar pada malam Tahun Baru untuk tetap berada di rumah.

Jalan Gajah Mada Pontianak. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak

Satgas COVID-19, kata Edi, juga melarang perayaan pergantian tahun yang biasa diselenggarakan di kafe-kafe atau pun di hotel-hotel.

"Kita tidak akan mengeluarkan izin perayaan pergantian malam Tahun Baru, bahkan perayaan yang biasa diselenggarakan di hotel-hotel. Seluruh tempat yang biasa dijadikan kerumunan perayaan malam Tahun Baru, akan kita tempatkan petugas gabungan", jelas Edi.

Pada kesempatan lain, Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin, menjelaskan, dalam rangka pengamanan Natal 2020 dan malam pergantian tahun 2021, pihaknya sudah berkoordinasi dengan instansi terkait dan organisasi masyarakat, untuk bersama-sama melaksanakan pengamanan di tengah pandemi COVID-19 yang melanda Kota Pontianak.

"Rencana pengamanan Natal dan Tahun Baru sudah kami konsep dan sudah direncanakan, baik penempatan personil di titik-titik tempat ibadah maupun di lokasi kegiatan masyarakat baik itu jalan raya, warung kopi dan kafe, hotel-hotel dan tempat wisata alun-alun kapuas", ujar Komarudin.

Menurut keterangannya, Operasi Lilin Kapuas 2020, akan digelar 15 hari terhitung mulai 21 Desember 2020, yang melibatkan personel TNI-Polri, Dishub, Pol PP, Jasa Raharja, PMI, Dinkes, Linmas, Organda, Angkasa Pura, dan instansi terkait lainnya maupun organisasi masyarakat.

"Kita akan menempatkan personel di 8 pos pengamanan di titik-titik strategis, dan 1 pos pelayanan yang ditempatkan di Pelabuhan Dwikora Pontianak, juga menempatkan personel di 67 gereja yang ada di kota Pontianak, dengan total 1.166 personel yang diturunkan. Ini untuk menjamin rasa aman dan nyaman seluruh warga kota Pontianak", tambahnya.