Kumparan Logo
Konten Media Partner

Massa Datangi DPRD Kalbar Tolak Transmigrasi, Aloysius: Kami Kawal Sampai Pusat

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah masyarakat melakukan aksi tolak transmigrasi di Kantor DPRD Provinsi Kalbar. Foto: Rabiansyah/Hi!Pontianak.
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah masyarakat melakukan aksi tolak transmigrasi di Kantor DPRD Provinsi Kalbar. Foto: Rabiansyah/Hi!Pontianak.

HiPontianak - Ratusan massa gabungan dari aliansi masyarakat dan mahasiswa melakukan aksi damai di Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tolak program transmigrasi yang menjadikan beberapa daerah di Kalbar sebagai tujuan.

Ketua DPRD Kalbar Aloysius mengatakan akan mengawal aspirasi masyarakat Kalbar agar sampai ke pemerintah pusat.

Sejumlah masyarakat melakukan aksi tolak transmigrasi di Kantor DPRD Provinsi Kalbar. Foto: Rabiansyah/Hi!Pontianak.

“Pertama kami mengucapkan terima kasih terhadap masyarakat yang hadir di Kantor DPRD Kalbar. Kita akan segera cetuskan apa yang mereka ingin sampaikan ke Kementerian Transmigrasi dan DPR RI. Jadi, kita kirim nanti hasil patisi yang ada pada hari ini, dan kita kawal. Kami diberi waktu selama 2 minggu tapi akan kami usahakan secepatnya. Nanti Komisi V akan saya arahkan untuk mengawal ini," tegas Aloysius di hadapan para pengunjuk rasa di Gedung DPRD Kalbar pada Senin, 21 Juli 2025.

Aksi damai yang sengaja digelar itu bertujuan untuk menolak program transmigrasi dari kementerian pusat.

Sejumlah masyarakat melakukan aksi tolak transmigrasi di Kantor DPRD Provinsi Kalbar. Foto: Rabiansyah/Hi!Pontianak.

“Di website Kementerian Transmigrasi masih dibuka pendaftaran dan Kalbar masih menjadi titik tujuan, apa yang disampaikan mana yang katanya Kalbar tidak lagi menerima. Jika benar maka kami meminta kepada menteri transmigrasi untuk memperbaiki website tersebut,” ucap koordinator saat melakukan aksi di Kantor DPRD Provinsi Kalbar, Senin 21 Juli 2025.

Dari pantauan Hi!Pontianak aksi yang dilakukan di Kantor DPRD Provinsi Kalbar berjalan dengan baik, namun sebaliknya pada saat datang ke Kantor Gubernur Kalbar. Sempat terjadi kericuhan saat pendemo memaksa masuk ke dalam gedung tersebut.