Melihat Gawai Dayak di Desa Lumut, Kalbar, saat Pandemi COVID-19

Hi!Sanggau - Gawai Dayak merupakan acara tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Dayak, seperti di Dusun Lumut, Desa Lumut, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, belum lama ini.
Gawai Dayak merupakan sebuah perayaan pasca-panen yang dilaksanakan dengan serangkaian upacara adat. Hal ini sebagai wujud syukur pada Tuhan atas kelimpahan hasil panen.
Umumnya, pelaksanaan gawai dilakukan, di mana masyarakat akan mengumpulkan benih padi kepada kepala adat. Kemudian, dilakukan ritual pemberkatan benih tersebut dan disaksikan oleh masyarakat setempat.
Namun, karena kondisi pandemi COVID-19, ritual tersebut dilakukan di setiap rumah warga. Kepala adat dan beberapa orang lainnya datang ke rumah-rumah warga dan melakukan ritual di tempat yang dikunjunginya.
Pemerintah desa setempat bersama Bhabinkamtibmas tidak mengizinkan pihak luar datang ke desa tersebut untuk meramaikan Gawai Dayak. Langkah itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerumunan.
Gawai Dayak dilaksanakan dengan tujuan untuk menjaga keutuhan masyarakat Dayak, menjaga identitas, memupuk kepribadian sebagai suku Dayak dengan mengenal, menjaga dan melestarikan tradisi dari nenek moyang.
Makanan Khas Perayaan Gawai Dayak
Gawai Dayak tidak terlepas dari makanan khas yang selalu disajikan pada perayaannya. Beberapa makanan olahan dari beras ketan yang akan selalu tersedia, di antaranya lemang, dodol ketan. Tak ketinggalan minuman khasnya, yakni tuak.
Masyarakat setempat mengolah makanan tersebut secara berkelompok. Sebab, dibutuhkan bahan yang tidak sedikit dan waktu membuatnya cukup lama. Masyarakat melakukan kegiatan memasak bersama secara berkelompok guna meringankan pengeluaran bahan makanan.
Lemang adalah adalah penganan dari beras ketan yang dimasak dalam seruas bambu, setelah sebelumnya digulung dengan selembar daun pisang. Gulungan daun bambu berisi beras ketan dicampur santan kelapa ini kemudian dimasukkan ke dalam seruas bambu lalu dibakar sampai matang.
Proses yang paling memakan waktu dan tenaga adalah saat pembuatan dodol. Dodol sendiri adalah makanan olahan dari tepung ketan yang dicampuri gula merah, garam, dan santan kelapa, yang kemudian dalam tahap pembuatannya, bahan-bahan dicampur bersama dalam kuali yang besar dan dimasak dengan api sedang.
Dodol yang dimasak tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan dan diaduk terus-menerus. Jika dibiarkan begitu saja, maka dodol tersebut akan hangus dan akan membentuk kerak. Proses pemasakan dodol kurang lebih membutuhkan waktu 4 jam.
Minuman khas masyarakat Dayak yang disebut tuak, adalah hasil dari fermentasi beras ketan yang disimpan di dalam wadah dan dicampuri dengan ragi kering. Kemudian didiamkan dalam waktu tertentu agar menghasilkan cairan yang nantinya akan disaring dan menjadi minuman.
Makanan dan minuman olahan beras ketan ini selalu disajikan di setiap rumah yang mengikuti perayaaan Gawai Dayak.
Penulis: Ghalieh Ariyoputro Samudro
