Kumparan Logo
Konten Media Partner

Melihat Keseruan Tari Lesong, Budaya Masyarakat Mualang di Kalbar

HiPontianakverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penari Lesong mengangkat lesung dengan cara digigit. Foto: Dina Mariana
zoom-in-whitePerbesar
Penari Lesong mengangkat lesung dengan cara digigit. Foto: Dina Mariana

Hi!Pontianak - Lesung seberat 20 kilogram itu diangkat dengan menggunakan gigi oleh para penari yang memainkan Tari Lesong. Tarian yang sudah diajukan menjadi warisan budaya tak benda ini, ditampilkan dalam pembukaan Gawai Dayak X Kabupaten Sekadau, di Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Sekadau, Senin (29/7).

Tari Lesong merupakan salah satu kebudayaan masyarakat Mualang, Kecamatan Belitang, Sekadau, Kalimantan Barat. Tari Lesong ditarikan oleh 5 penari, terdiri dari empat perempuan dan seorang laki-laki. Dua penari perempuan membawa tampik (alat yang digunakan untuk membersihkan beras), dua penari perempuan lainnya berperan membawa alu (alat untuk menumbuk padi).

Kemudian, penari laki-laki bertugas membawa lesung dengan menggunakan gigi atau digigit.

Tari Lesong merupakan tarian penyambutan dari masyarakat Belitang, Sekadau, Kalimantan Barat. Foto: Dina Mariana

“Tari Lesong ini untuk penyambutan. Menyambut datangnya musim panen. Saat menyambut pernikahan,” ujar Lasarus, penari sekaligus pengajar Tari Lesong, Senin (29/7).

Membawa lesung dengan cara digigit, ternyata memiliki makna tersendiri. Lasarus menjelaskan, lesung yang digigit itu menunjukkan keperkasaan. Saat menggigit lesung, Lasarus mengaku tak merasakan rasa sakit karena berkelimpahan rasa bahagia dan rezeki, seperti beras pada musim panen.

“Karena senangnya, bangganya karena datang tamu, datang rezeki, barang yang berat tidak terasa. Makanya ringan,” kata Lasarus.

Tari Lesong sudah diajukan menjadi warisan budaya tak benda. Foto: Dina Mariana

Para penari Lesong bisa menggigit lesung seberat 20 kilogram. Ini bukan hal yang mustahil. Menggigit lesung bisa lakukan dengan latihan. Tidak menggunakan mantra, siapa pun bisa melakukannya, asal tahu caranya dan berlatih dengan giat.

“Jadi, Lesong melambangkan kebudayaan, dan itulah tradisi secara turun temurun. Alat itu (Lesong) untuk mengolah padi menjadi beras,” kata Lasarus. (hp10)