kumparan
17 Oktober 2019 16:38

Melihat Palak Kaba' di Sekadau, Kalimantan Barat

Tengkorak-tengkorak yang disimpan dalam rumah Palak Kaba' di Desa Landau Kodah, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak
Hi!Pontianak - Di Desa Landau Kodah, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, terdapat rumah tengkorak. Palak Kaba' begitu masyarakat setempat menyebut rumah tengkorak tersebut.
ADVERTISEMENT
Dari Kota Sekadau ke rumah Palak Kaba', pengunjung bisa menyeberang Sungai Kapuas menggunakan motor klotok. Dari steigher Pasar Sekadau ke dermaga Trans Madya ditempuh kurang lebih sekitar 15 menit.
Kemudian, dari dermaga Trans Madya ke Landau Kodah ditempuh lewat jalur darat. Jalannya pun belum semua beraspal. Waktu yang ditempuh untuk sampai ke Landau Kodah sekitar 25 menit menggunakan sepeda motor.
Letak rumah Palak Kaba' cukup jauh dari permukiman warga. Dari Jalan Poros Trans Madya ke rumah Palak Kaba' sekitar 200 meter dan sudah disemen. Ke lokasi tersebut hanya bisa ditempuh dengan roda dua atau berjalan kaki.
Kepala Desa Landau Kodah menunjukkan tengkorak yang disimpan dalam rumah Palak Kaba'. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak
Setibanya di rumah Palak Kaba', pengunjung bisa melihat pohon-pohon bambu di sekelilingnya. Ada juga pohon durian tinggi menjulang.
ADVERTISEMENT
Bangunan rumah Palak Kaba' berukuran 8x4 meter dengan kondisi terbuka. Hanya saja, di dalamnya terdapat ruangan berukuran 2x3 meter berdinding papan, khusus untuk menyimpan sebanyak 14 tengkorak. Tengkorak-tengkorak itu digantung di bagian tengah ruangan.
Juru Kunci Rumah Palak Kaba’, Anong menuturkan, konon tengkorak-tengkorak itu adalah hasil Ngayau masyarakat Dayak. Pada tengkorak itu, kata dia, ada seperti bekas sabetan benda tajam. Dulunya tengkorak-tengkorak itu di simpan di atas parak.
“Ketika dibuat (tempat) baru, tengkorak itu di turunkan dari atas parak,” ujar Anong kepada Hi!Pontianak, Kamis (17/10).
Kades Landau Kodah dan Juru Kunci rumah Palak Kaba'. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak
Pria berusia 69 tahun itu mengungkapkan, hingga saat ini belum teridentifikasi usia dari tengkorak-tengkorak itu. Palak Kaba' itu sudah ada sejak dirinya lahir.
ADVERTISEMENT
Anong hanya mengetahui 2 juru kunci sebelum dia, yaitu Kuan dan Jutoi yang juga kerabatnya. Hingga saat ini keberadaan Palak Kaba' masih ada dan biasa menjadi tempat mulang hajat oleh masyarakat yang memiliki keinginan, seperti ingin sembuh dari sakit dan lain sebagainya.
Perulih (hasil yang didapat) nenek moyang dulu hingga sekarang masih kami pelihara,” ucap Anong.
Kondisi tengkorak-tengkorak itu mulai rusak lantaran dimakan usia. Untuk itu, pemerintah desa Landau Kodah berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah pusat.
Kondisi rumah Palak Kaba' di Desa Landau Kodah, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar. Foto: Dina Mariana/Hi!Pontianak
“Dengan adanya Palak Kaba’, kami berharap nanti menjadi perhatian pemerintah berkaitan dengan pembangunan, seperti jalan, ada gapura termasuk rumah ini (Palak Kaba') kalau bisa dibangun permanen lagi,” harap Yanto Linus, Kepala Desa Landau Kodah.
ADVERTISEMENT
Yanto mengatakan, pihaknya juga berupaya untuk menjaga benda bersejarah tersebut. Meski, diakuinya belum begitu maksimal dilakukan. Apalagi tidak ada dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah di daerah.
“Dulu pernah dibangun (rumah Palak Kaba') menggunakan APBDes dan jalannya berasal dari aspirasi anggota DPRD,” kata Yanto.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan