Kumparan Logo
Konten Media Partner

Melihat Tari Pinggan, Warisan Budaya Tak Benda Asal Sekadau, Kalbar

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

  

Penari menampilkan tarian pinggan dalam penutupan Gawai Dayak X Kabupaten Sekadau, Sabtu (3/8) malam. Dok Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Penari menampilkan tarian pinggan dalam penutupan Gawai Dayak X Kabupaten Sekadau, Sabtu (3/8) malam. Dok Hi!Pontianak

Hi!Pontianak – Kemahiran para penari Tari Pinggan begitu memukau orang yang menyaksikannya. Pinggan diambil dari bahasa Dayak Mualang, yang berarti piring. 

Tarian yang sudah tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda ini, ditampilkan dalam penutupan Gawai Dayak X Kabupaten Sekadau, Sabtu (3/8) malam. Tarian ini berasal dari Menawai Tekam, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. 

Gerakan Tari Pinggan ini tak terlepas dari jurus-jurus dalam pencak silat. Bunga atau serangkaian jurus terakhir dalam pencak silat, kemudian menjadi kesenian Tari Pinggan. Gerakan dalam Tari Pinggan itu pun termasuk bela diri.

Gerakan kayang merupakan adegan yang paling ditunggu pada penampilan tari pinggan. Foto: Dok Hi!Pontianak

“Guru saya dulu dari pencak silat. Dulu kan pencak silat diajarkan bunga-bunga (jurus). Ada bunga sisir, teratai. Bunga terakhir yang diajarkan guru saya itu Tari Pinggan,” ujar Lusia Lusi, Koordinator Tari Pinggan Sekadau, kepada Hi!Pontianak, Minggu (4/8). 

Tari Pinggan ditampilkan oleh lima penari, yaitu empat penari perempuan, dan seorang penari laki-laki. Tariannya semakin menarik, ketika penari laki-laki melakukan atraksi kayang, sedangkan kedua tangannya membawa pinggan. Jumlah penari untuk tarian ini sendiri tidak ada batasannya. Bisa sendiri, juga bisa berkelompok. 

Selain membawa pinggan, para penari juga mengenakan cincin, yang terbuat dari timah. Cincin dikenakan ujung jari tengah, agar bisa menghasilkan bunyi, ketika dibenturkan dengan pinggan.

Para penari pinggan menggunakan cincin timah di jari tengahnya, untuk menciptakan bunyi, agar penampilan tari pinggan semakin semarak. Foto: Dok Hi!Pontianak

“Pinggan yang digunakan adalah pinggan (berbahan) kaca. Pinggannya pun tidak sembarangan. Sebelum digunakan untuk menari, pinggannya itu dites dulu bunyinya dengan cincin. Kalau bagus, barulah pinggan itu digunakan,” kata Lusi.

Tarian tersebut dapat ditampilkan untuk menyambut tamu ataupun pada acara gawai. Tari Pinggan pun pernah ditampilkan dalam Gawai Dayak di Serawak, Malaysia. (hp10)