Melkianus-Hardoyo Diusulkan jadi Wabup Sintang, Tim Sudirman Anggap Belum Final

Konten Media Partner
15 Februari 2022 16:51 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua DPC Nasdem Sintang, Florensius Ronny.(Foto: Yusrizal/Hi! Pontianak)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPC Nasdem Sintang, Florensius Ronny.(Foto: Yusrizal/Hi! Pontianak)
ADVERTISEMENT
Hi! Sintang - Siapa kandidat yang akan menggantikan mendiang Sudiyanto sebagai Wakil Bupati Sintang terjawab sudah. Tim koalisi resmi menyerahkan dua nama ke Bupati Sintang untuk diusulkan, yakni Melkianus dan Hardoyo. Sementara satu partai koalisi lainnya yakni PPP bersikukuh dengan nama Melkianus-Sudirman.
ADVERTISEMENT
Melkianus merupakan anggota Fraksi Golkar DPRD Sintang. Pria asal Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah ini sudah menjadi anggota DPRD Sintang selama tiga periode.
Sedangkan Hardoyo, saat ini menjabat sebagai Ketua DPC PKPI Kabupaten Sintang. Ia juga mantan anggota DPRD Sintang periode 2014-2019.
Ketua DPD Nasdem Sintang, Florensius Ronny mengungkapkan, nama Melkianus-Hardoyo diusulkan oleh 4 dari 5 partai pengusung. Partai yang sudah menandatangani Berita Acara (BA) kesepakatan untuk mengusulkan nama Melkianus-Hardoyo yakni Partai Nasdem, Golkar, PKB dan PKPI.
Budi Harto, tim pendukung Sudirman. (Foto: Yusrizal/Hi! Pontianak)
Sementara itu, anggota partai pengusung lainnya yakni PPP mengusulkan nama Melkianus-Sudirman.
“Soal alasan PPP belum mendatangani BA kesepakatan nama, silakan dikonfirmasi. Karena tiap partai masing-masing mungkin punya pandangangan berbeda,” katanya.

Tim Pendukung Sudirman Anggap Belum Final

Tim pendukung Sudirman merespon pengajuan nama kandidat Wakil Bupati Sintang yang diserahkan koalisi Adil Bersatu ke Bupati Sintang Jarot Winarno beberapa waktu lalu. Meski dalam pengajuan itu koalisi sudah menyerahkan dua nama calon, mereka menganggap penetapan belum final.
ADVERTISEMENT
Budi Harto, tim pendukung Sudirman mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat terakhir di Cafe Dhea, dari enam kandidat yang diusulkan partai koalisi, mengerucut menjadi tiga calon. Diantaranya Melkianus-Hardoyo dan Melkianus-Sudirman.
“Kelanjutan rapat itu belum mengerucut pada dua nama. Bahkan sampai ke pendopo, semua partai ditanya sikap apakah ada perubahan atau tidak. Sepertinya partai koalisi tidak ada perubahan. PPP khususnya tetap masih mengusulkan Pak Melkianus dan Pak Sudirman. Sementara partai pengusung lainnya mengusulkan nama Melkianus-Hardodoyo,” kata Budi.
Dengan adanya hal tersebut, kata Budi Harto, dari kaca mata pendukung Sudirman melihat ada kejanggalan dari pengajuan nama yang diajukan koalisi ke Bupati Sintang. Ia juga mempertanyakan mengapa nama Sudirman tiba-tiba hilang dalam pengajuan. Padahal, belum ada kesepakatan mengerucut pada dua nama.
ADVERTISEMENT
“Menurut hemat kami, yang namanya kesepakatan tentu harus nama yang diusulkan sama. Tapi inikan masih belum sepakat. Pak Sudirman masih diusung PPP. Kemudian muncul berita dimedia dengan dua nama,” bebernya.
“Yang ingin kami pertanyakan, mengapa nama Pak Sudirman tiba-tiba hilang. Padahal tidak mesti seperti itu karena proses menghilangkan nama harus ada prosedurnya. Makanya, kami menilai usulan itu janggal. Dan menurut kami, proses masih keliru dan belum clear,” tegasnya.