kumparan
11 Sep 2019 19:44 WIB

Mengenal 4 Karya BJ Habibie dalam Dunia Penerbangan

Penggalangan Dana Prototype Pesawat R80. (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)
Hi!Pontianak - Indonesia kembali berduka. Salah satu putra terbaik bangsa, yaitu Presiden ke-3 RI BJ Habibie, meninggal dunia sekitar pukul 18.05 WIB. Ia menghembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9).
ADVERTISEMENT
Habibie meninggal dunia pada usia 83 tahun. Sebelumnya, Habibie sempat mendapat perawatan intensif sejak 2 September 2019.
Semasa hidupnya, Bacharuddin Jusuf Habibie atau biasa disapa BJ Habibie merupakan salah satu tokoh yang paling disegani di dalam negeri dan di dunia internasional.
BJ Habibie pernah menciptakan beberapa karya yang terkenal hingga ke luar negeri, salah satunya pesawat terbang. Berikut ini karya-karya pesawat terbang ciptaan BJ Habibie:
  1. Pesawat R80
Pesawat R80. (Foto: regio-aviasi.co.id)
BJ Habibie dikenal mahir dalam membuat pesawat. Banyak pesawat yang diciptakan oleh Habibie. Salah satunya, pesawat R80.
Pesawat ini dirancang dengan teknologi terbaru dan super canggih dengan tingkat keamanan yang tinggi bagi penumpang. Tak seperti pesawat pada umumnya, pesawat R80 dilengkapi dengan teknologi fly-by-wire yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah. Fly-by-wire adalah sebuah sistem yang menggunakan sinyal elektronik dalam memberikan perintah kendali di pesawat.
ADVERTISEMENT
PT Regio Aviasi Industri (RAI) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang. Perusahaan ini didirikan oleh BJ Habibie bersama putra sulungnya, Ilham Akbar Habibie.
2. Pesawat N250 'Gatot Kaca'
Mantan presiden BJ Habibie menunjukan foto dirinya bersama pesawat hasil karyanya N-250 'Gatotkaca' usai membuka pameran foto 'Cinta Sang Inspirator Bangsa Kepada Negeri' di Museum Bank Mandiri, Jakarta, Minggu (24/7/2016). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pesawat N-250 adalah pesawat penumpang sipil (airliner) untuk komuter regional bermesin turboprop rancangan asli IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia, PT DI, Indonesian Aerospace). Kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi, dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Pesawat ini adalah ide dari Habibie.
Pertimbangan BJ Habibie untuk memproduksi pesawat tersebut di antaranya karena salah satu pesawat saingannya, Fokker F-50, sudah tidak diproduksi lagi sejak terbang pada 1985, karena perusahaan industrinya, Fokker Aviation, dinyatakan gulung tikar pada tahun 1996.
ADVERTISEMENT
3. Ikut Andil dalam Dornier Do 31
Pesawat Dornier Do 31. Wikimedia Commons.
Habibie juga andil dalam terciptanya pesawat tersebut. Ini merupakan jet transportasi eksperimental berkemampuan vertical take-off and landing (VTOL) dari Jerman Barat yang dibangun oleh perusahaan penerbangan Dornier. Do 31 dirancang untuk memenuhi spesifikasi NATO untuk pesawat bantuan taktis.
Proyek ini dibatalkan pada tahun 1970 karena tingginya biaya, masalah teknis, dan perubahan persyaratan. Namun, ide Habibie untuk pembuatan pesawat itu masih tercatat hingga sekarang.
  1. Merancang Transall C-160
Transall C-160. Wikimedia Commons.
BJ Habibie juga pernah ikut serta mendesain pesawat angkut militer Transall C-160, salah satu model dari C-130 Hercules. Pesawat tempur ini punya empat mesin turboprop sayap tinggi (high wing). Pesawat tersebut bertugas sebagai pesawat angkut militer utama untuk pasukan militer di banyak bagian dunia. Mampu mendarat dan lepas landas dari runway yang pendek. 
ADVERTISEMENT
Pesawat ini awalnya digunakan sebagai pengangkut tentara dan pesawat kargo yang sekarang ini juga digunakan untuk berbagai macam peran, termasuk pasukan lintas udara, pengamatan cuaca, pengisian bahan bakar di udara, pemadam kebakaran udara, dan ambulans udara.
Sekarang ini ada lebih dari 40 model pesawat Hercules, termasuk beberapa model gunship dan juga digunakan di lebih dari 50 negara. Itulah salah satu karya Habibie. (hp6)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·