Mengenal Lebih Dekat dr. Anton, Nakhoda Baru IDI Sekadau
ยทwaktu baca 2 menit

Hi!Sekadau - dr. Abang Anton terpilih menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sekadau periode 2022-2025 menggantikan dr. Iswandi. Pelantikan kepengurusan IDI Kabupaten Sekadau ini direncanakan akan dilaksanakan pada 10 Desember 2022 mendatang di Pontianak.
Meski belum dilantik, IDI Kabupaten Sekadau telah melaksanakan berbagai program. Mulai dari bakti sosial hingga memberikan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat.
"Untuk program IDI Sekadau yang jelas kembali ke fungsi awal adanya IDI. Fungsi pertama pengendalian etik anggota, mengeluarkan rekomendasi praktik bagi dokter. Itu tugas wajibnya," ujarnya.
"Selain itu, kesejahteraan anggota, dan melindungi anggota kalau ada permasalahan terkait profesi," timpal dokter yang bertugas di Puskesmas SP III Timpuk itu.
Dokter yang memiliki hobi tembak sasaran (uklik) ini menambahkan, pihaknya juga memiliki program sosial. Program tersebut bahkan sudah dilaksanakan, di antaranya donor darah dalam rangka HUT ke-72 IDI, dan pengobatan gratis bagi masyarakat di Desa Boti, Kecamatan Sekadau Hulu.
"Bakti sosial yang kita laksanakan sifatnya lebih cenderung ke promotif yaitu promosi kesehatan, preventif, yakni pencegahan. Kita dari IDI ingin menggalakkan promotif dan preventif itu," jelas Koordinator Wilayah IDI Kalbar tersebut.
"Meskipun belum dilantik, tapi kita sudah melaksanakan kegiatan baksos dan talkshow terkait gagal ginjal akut pada anak dan Hari Stroke Sedunia," sambungnya.
Dokter berusia 32 tahun itu mengaku dalam menjalankan organisasi tentu ada tantangannya. Ia mengatakan, setiap orang memiliki kesibukan masing-masing sehingga dalam menggerakkan organisasi tidaklah mudah.
"Apalagi kalau mau bikin kegiatan. Kita semua punya kesibukan masing-masing. Tapi kita bersyukur waktu baksos kemarin banyak datang. Itu di luar ekspektasi kita. Walaupun di tengah-tengah kesibukannya, jiwa sosial dokter masih tinggi, cuma ndak nampak," ucap Direksi Sekadau Online itu.
Apalagi, kata dia, masih banyak masyarakat yang menganggap jika berobat ke dokter itu mahal. Padahal, kata Anton, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
"Buktinya banyak kegiatan sosial yang kita laksanakan. Kegiatan yang sifatnya menyentuh langsung ke masyarakat. Di Boti itu ada 175 pasien. Bahkan dari dokter saraf itu luar biasa, dokternya turun langsung, ngeluarin obat sendiri, dan bawa USG sendiri. Itu buktinya jiwa sosial dokter juga tinggi. Antusias masyarakat juga luar biasa sampai kita cukup kewalahan," papar Anton yang juga pengurus Perbakin Sekadau.
Anton mengatakan, pihaknya membuka diri untuk bekerja sama dan berkolaborasi dengan organisasi lainnya. "Kalau bisa bersinergi jauh lebih bagus, baik itu kegiatan, pemikiran, dan lain sebagainya," pungkasnya.
