Kumparan Logo
Konten Media Partner

Menikmati Aura Mistis dari Relief Berbentuk Manusia di Gua Peri Sarawak

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fairy Cave atau Gua Peri di Bau, Sarawak, Malaysia. Foto: Teri/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Fairy Cave atau Gua Peri di Bau, Sarawak, Malaysia. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Salah satu tempat wisata yang menarik di Kuching, Sarawak, Malaysia, adalah destinasi wisata gua. Di sana banyak berbagai macam suguhan gua yang dapat dinikmati keindahannya. Salah satunya adalah Fairy Cave atau Gua Peri.

Gua Peri menyuguhkan atmosfer berada di dalamnya. Gua batu kapur ini berada di Kuching, Sarawak, tepatnya di daerah Bau. Dengan mengendarai mobil, kamu membutuhkan waktu kurang lebih satu jam dengan jarak tempuh sekitar 50 kilometer dari Kuching.

Untuk tiket masuk ke Gua Peri, khusus wisatawan asing dikenakan tarif 5 Ringgit Malaysia untuk orang dewasa. Bagi anak-anak usia 6 hingga 18 tahun, hanya 2 Ringgit, dan anak-anak usia 0 hingga 5 tahun gratis.

Pengunjung gua peri melihat keragaman dedaunan di kawasan itu, Foto: Teri/Hi!Pontianak

Sebelum memasuki gua, para pengunjung disarankan mengenakan sepatu sneaker yang tidak licin. Namun tidak perlu khawatir, bagi yang tidak mengenakan sepatu yang proper, pengelola menyediakan penyewaan sepatu karet, dengan tarif 3 Ringgit untuk sepasang sepatu yang nyaman.

Selanjutnya, ada baiknya wisatawan berbekal senter untuk penerangan saat mengeksplor ke dalam perut gua, dan menggunakan pakaian sport atau pakaian yang nyaman digunakan untuk naik ke puncak gua.

Seorang pemandu wisata asal Kuching, Karel, menjelaskan, Gua Peri di bawah pengelolaan Sarawak Forestry Corporation ini, merupakan satu di antara gua yang ada di Sarawak dengan ketinggian sekira 400 meter.

Gua peri dihiasi relief bebatuan. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Gua ini menjulang tinggi dihiasi dengan berbagai jenis flora, terutama pakis dan bebatuan yang tertutup lumut. Pengunjung yang ingin menjelajahi gua ini, akan melalui beberapa anak tangga dan menapaki jalan setapak. Di dalamnya terdapat stalaktit dan stalagmit, serta pilar. Aura mistis akan terasa ketika melihat bebatuan yang menyerupai manusia, maupun binatang.

"Keunikan Gua Peri, adanya semacam bentuk batu-batuan yang menyerupai Guan Yin atau Dewi Kwan Im. Ada juga yang berbentuk seperti manusia dan binatang," jelasnya, Jumat, 29 Juli 2022.

Selain itu, gua ini juga menjadi habitat kelelawar. Ketika masuk di dalamnya, terlihat sekelompok kelelawar yang bergantungan. Gua ini juga menjadi surga para pemanjat tebing. Mereka bisa melakukan hobinya untuk menjamah sensasi panjat tebing di sini. "Bagi pemanjat tebing yang ingin memacu adrenalin, bisa melakukannya di Gua Peri," tuturnya.

Pengunjung dari Pontianak menikmati keindahan gua peri. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Gua Peri juga menjadi habitat berbagai jenis tumbuhan maupun hewan seperti sarang walet dan kelelawar. Dua belas spesies siput yang berbeda juga telah berevolusi di gua-gua, dan bukit penutup. "Masing-masing unik dengan habitat batu kapurnya sendiri," kata Karel.

Satu di antara rombongan wisatawan Indonesia asal Pontianak, Kalimantan Barat, Doni (27 tahun), yang dipandu oleh Karel, mengaku baru pertama kali merasakan masuk ke gua. Selama berada di dalam, udara gua terasa sejuk. Gua ini dinilainya sangat eksotis.

"Ada sensasi luar biasa ketika berada di dalam gua ini karena kita bisa melihat isi dalam gua dengan stalagmit dan stalaktit serta bebatuan yang menyerupai manusia atau binatang," tukasnya.