Menikmati Keragaman Alam di Bako, Taman Nasional Tertua di Malaysia
ยทwaktu baca 3 menit

Hi!Pontianak - Taman Nasional Bako atau yang biasa disebut Bako National Park, yang berada di Sarawak, Malaysia Timur, menjadi salah satu suguhan tempat wisata bagi wisatawan yang akan datang ke Kuching.
Bako National Park adalah sebuah taman negara bagian Sarawak, Malaysia. Ditumbuhkan pada tahun 1957, ia merupakan taman negara tertua di Sarawak.
Kawasan taman nasional tersebut seluas 27,27 kilometer persegi, dan berada di ujung semenanjung Muara Tebas, di muara Sungai Bako dan Kuching. Lokasinya sekitar 40 kilometer melalui jalan darat dari Kuching.
Kikisan batu pasir berusia jutaan tahun, telah mewujudkan garis pantai tebing curam, tanjung berbatu, dan hamparan teluk berpasir putih, membuat tempat ini menjadi menarik.
Keaslian alam dan hutan di sana masih terjaga, sehingga membuat tempat tersebut menjadi destinasi favorit yang ditawarkan Sarawak, Malaysia Timur.
Banyak taman nasional yang menjadi pilihan bagi para pelancong yang berjiwa petualang di Sarawak, dan Bako National Park inilah salah satunya.
Deburan ombak di dasar tebing, telah mengukir banyak tanjung berbatu menjadi gerbang laut berbentuk bagus, dan timbunan laut dengan corak berwarna yang dibentuk oleh pengendapan besi.
Yang paling terkenal adalah berbentuk seperti kepala ular kobra, yang bisa dilihat saat menaiki sampan. Sebagian dari formasi batuan ini bisa dilihat pada pintu masuk ke Pantai Teluk Asam, yang menghadap taman.
Taman Nasional ini dikelola oleh Sarawak Forestry. Taman ini merupakan hutan lindung, yang di dalamnya terdapat beragam jenis vegetasi, seperti semak belukar, hutan bakau, hutan dipterokarpa, vegetasi tebing halus, dan banyak lagi. Bahkan satwa liar juga masih menjadi penghuni Bako. Monyet ekor panjang, monyet daun perak, dan babi hutan tak jarang ditemukan berkeliaran di sekitar Bako.
Perjalanan ke Bako tidak terlalu memakan waktu yang begitu lama. Dimulai dari dermaga atau Terminal Bako yang berada di Jalan Bako Kuching. Dermaga tempat bersandarnya perahu tujuan Bako National Park ini jaraknya 20 kilometer dari pusat Kota Kuching atau sekira 30 menit.
Di sini, tersedia loket tiket untuk menuju ke Bako. Harga tiket perahu, dewasa 48 Ringgi Malaysia per orang. Sedangkan untuk anak-anak hanya14 Ringgit Malaysia per orang. Harga tersebut untuk perjalanan pulang-pergi. Sedangkan tiket masuk ke Taman Bako, cuma 20 Ringgi Malaysia per orang.
Setelah membeli tiket, para pengunjung akan menumpang perahu motor air, menuju ke Bako, dengan memakan waktu sekira 20 menit.
Pengunjung turun di bibir pantai depan Headquarter (HQ) Park. Di tempat inilah para pengunjung terlebih dahulu mendaftarkan diri sebelum memulai tracking pada jalur-jalur yang ada di taman itu. Ada 16 jalur hutan berkode warna yang menawarkan berbagai pilihan jalan kaki dan hiking.
Wisatawan asal Kalimantan Barat, Indonesia, Aidil, memilih tujuan mengunjungi Bako National Park karena dirinya senang mengeksplorasi keindahan alam. Apalagi alam tersebut masih sangat terjaga. Adanya pilihan jalur tracking di hutan Bako, menarik untuk dijelajahinya.
"Karena baru pertama kali ke Bako, saya memilih jalur tracking yang tidak begitu jauh, yakni 2,6 kilometer," ujarnya, Sabtu, 22 Juli 2022.
Namun jika mempunyai kesempatan berkunjung kembali ke Bako, dia akan mencoba jalur tracking yang lebih panjang lagi.
Mengeksplorasi hutan yang sudah tersedia jalur-jalurnya, dapat memudahkan Aidil untuk menjelajahi alam tanpa khawatir tersesat.
Meski begitu, dia selalu berhati-hati ketika melangkahkan kakinya karena jalur yang ditempuh terkadang naik dan turun. "Di dalam hutan Bako ini, jika beruntung, kita akan bertemu bekantan, monyet ekor panjang, dan satwa liar lainnya," kata Aidil.
