Kumparan Logo
Konten Media Partner

Monstera King Hasil Curian Dijual di Facebook Seharga Rp 500 Ribu

HiPontianakverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Galih menunjukkan monstera king hasil curian yang dijual di Facebook seharga Rp 500 ribu. Foto: Teri/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Galih menunjukkan monstera king hasil curian yang dijual di Facebook seharga Rp 500 ribu. Foto: Teri/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Seorang pria di Pontianak mencuri tanaman hias jenis Monstera Delicosa atau Monstera King, 6 helai dalam 1 pot, dan ditaksir bernilai Rp 6 juta.

Pria berusia 20 tahun tersebut mencuri tanaman hias ini di sebuah rumah Jalan Purnama, Pontianak Selatan.

Kepala Kepolisian Sektor Pontianak Selatan, AKP Galih Wicaksono mengungkapkan kronologis penangkapan, sebelumnya pihaknya telah melakukan patroli di media sosial Facebook, dan menemukan seseorang menjual tanaman hias tersebut dengan harga murah.

“Jadi tersangka ini inisial A dia mengambil tanaman ini di teras rumah, di Jalan Purnama, ketika dipasarkan di media sosial Facebook dia jual dengan harga Rp 500 ribu,” kata Galih, Selasa, 16 Maret 2021.

Selanjutnya tim Polsek Pontianak Selatan langsung memancing untuk melakukan pembelian tanaman hias tersebut. Dari pertemuan itu, akhirnya pria berinisial A diamankan di Jalan Pancasila.

Monstera king yang diamankan personel Polsek Pontianak Selatan. Foto: Teri/Hi!Pontianak

“Ada anggota yang mengetahui, sehingga dipancing untuk melaksanakan pembelian, dan akhirnya kita amankan. Untuk sementara yang kita amankan 1 orang,” paparnya.

Dari pengakuannya, A telah melakukan perbuatannya (mencuri) sudah sebanyak tiga kali, dengan modus memanjat pagar rumah, dan mencabut tanaman tersebut, di malam hari.

“Untuk ditaksir, 1 pohon ini dinilai kurang lebih Rp 6 juta. Tersangka bekerja sama berdua dengan kawannya jadi mereka mengambil ini berdua,” jelasnya.

“Yang kehilangan sebenarnya tidak melapor, tapi kita mencari tahu barang yang hilang itu, dan kita patroli di media sosial Facebook, lalu pas kita tangkap, ada yang merasa kehilangan,” pungkasnya.