Musda Hipmi Kalbar Sempat Ricuh, Rapat Penetapan Ketua Pindah ke Kamar Hotel
·waktu baca 5 menit

Hi!Pontianak - Musyawarah Daerah Himpinan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kalimantan Barat, menetapkan Ridho Adyt Setiawan sebagai Ketua Hipmi Kalbar periode 2025-2028. Uniknya, penetapan Ridho sebagai ketua dilakukan di kamar hotel, bukan di ruang utama penyelenggaran Musda.
Namun penetapan ketua baru tersebut memicu polemik, setelah sejumlah Badan Pengurus Cabang kecewa atas pelaksanaan Musda tersebut.
Musda Hipmi Kalbar semula digelar pada Sabtu, 17 Mei 2025. Namun sempat dihentikan setelah terjadi kericuhan. Ketegangan tersebut merupakan buntut kekecewaan sejumlah BPC lantaran aspirasi mereka tidak diakomodir oleh BPD HIPMI Kalbar.
Musda kemudian dilanjutkan, di salah satu kamar hotel. Video yang beredar, menunjukkan penetapan ketua baru tersebut disampaikan di dalam sebuah kamar hotel. Dari informasi yang diterima Hi!Pontianak, sejumlah BPC tak mendapat informasi terkait pemindahan lokasi tersebut.
Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Mempawah, Lukman Indra, menyampaikan panitia tidak memberikan informasi yang jelas terkait waktu dan lokasi kelanjutan forum penting tersebut.
"Saya datang membawa mandat penuh dari daerah untuk mengikuti Musda ini secara maksimal. Tapi sampai sekarang, ketika saya mencoba menghubungi panitia, tidak ada satu pun jawaban yang jelas. Kami menuntut kejelasan, atas apa yang sedang terjadi,” tegas Lukman.
“Musda ini forum tertinggi dan penting bagi masa depan HIPMI Kalbar. Tapi kami justru disuguhi ketidakpastian. Ini merugikan kami yang datang dari jauh demi menjalankan amanah organisasi,” ungkap Ketua Umum BPC HIPMI Sambas, Uray Elvin.
Dia mengungkapkan bahwa dirinya bersama rombongan merasa terkatung-katung di lokasi pelaksanaan awal Musda yang digelar di Hotel Aston Pontianak.
“Kami dari Sambas datang jauh-jauh, menginap dan menunggu, namun hingga hari ini belum ada kejelasan. Kami ingin segera kembali ke daerah dan melanjutkan aktivitas bisnis kami sebagai pengusaha muda,” kata Elvin.
Menurutnya, situasi ini mencerminkan keresahan serius di kalangan pengurus BPC HIPMI Kalbar. Mereka berharap Musda segera dilanjutkan secara adil, demokratis dan profesional. "Demi menjaga kredibilitas organisasi di mata kader, mitra dan masyarakat luas," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum BPC HIPMI Kota Singkawang, Radit Toga, meminta dengan tegas kepada panitia pelaksana dan SC–OC Musda HIPMI Kalbar agar segera melanjutkan proses pleno yang telah berjalan.
“Kami para peserta sudah menunggu berhari-hari di hotel sampai ada pengumuman resmi. Jangan biarkan forum ini berlarut-larut tanpa arah. Segera lanjutkan pleno demi kelangsungan organisasi,” ujar Radit.
Hal senada, diutarakan oleh pengurus BPC Singkawang lainnya, Uray Rian Togarizki, yang turut menegaskan urgensi kelanjutan forum.
“Kami dari Singkawang mendesak agar pleno Musda Kalbar segera dilanjutkan. Kawan-kawan kami masih bertahan di hotel menunggu kejelasan. Ini bagian dari tanggung jawab organisasi yang harus dihormati,” tegas Uray Rian.
Sebagai bentuk sikap bersama, mereka menyampaikan tiga tuntutan:
Pertama, klarifikasi segera dari OC dan SC mengenai waktu dan lokasi kelanjutan Musda.
Kemudian, evaluasi kinerja panitia atas tindakan yang dianggap mencederai marwah organisasi.
Terakhir, jika tidak ada kejelasan dari BPD HIPMI Kalbar dalam waktu dekat, mendesak agar BPP HIPMI Pusat mengambil alih pelaksanaan Musda.
Hipmi Kalbar, dalam keterangan resminya menyatakan, Musda tersebut sah dan menjadi tonggak penting dalam regenerasi kepemimpinan organisasi pengusaha muda di Kalbar.
Penetapan Ridho sebagai ketua umum tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Musda HIPMI Kalbar Nomor 07/MUSDA-XVI/HIPMI/KALBAR/2025. Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa Ridho terpilih secara jujur, dan adil sesuai AD/ART organisasi.
"Menyatakan bahwa saudara Ridho Adyt Setiawan melalui Musda ke XVI HIPMI Kalimantan Barat berdasarkan pemilihan jurdil dan sesuai AD/ART, terpilih sebagai ketua umum BPD HIPMI Kalimantan Barat masa bakti 2025-2028," ujar Ketua Steering Committee (SC) Musda XVI HIPMI Kalbar, Febriadi, saat membacakan hasil musda ke XVI HIPMI Kalbar, Sabtu 17 Mei 2025 malam.
Febriadi, menjelaskan secara rinci rangkaian proses pencalonan hingga terpilihnya ketua umum. Proses pengambilan dan pengembalian formulir pencalonan berlangsung dari 27 April hingga 5 Mei 2025.
“Hingga batas waktu penutupan pada 5 Mei pukul 15.00 WIB, hanya Ridho Adyt Setiawan yang mengembalikan berkas pencalonan,” ungkap Febri pada Minggu, 18 Mei 2025
Febri melanjutkan, berdasarkan hasil asistensi bersama Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Steering Committee kemudian melakukan proses verifikasi dan penelitian kelengkapan berkas dari tanggal 5 hingga 10 Mei 2025.
"Dari hasil verifikasi, Ridho dinyatakan memenuhi semua persyaratan dan resmi ditetapkan sebagai calon Ketua Umum HIPMI Kalbar pada Musda ke XVI,” ujarnya
Selanjutnya kata Febri, Steering Committee melaporkan hasil penetapan tersebut kepada BPP HIPMI pada 15 Mei 2025. “Setelah itu, BPP HIPMI menjadwalkan pelaksanaan Musda Ke-XVI pada 17 Mei 2025,” pungkasnya
Terkait perpindahan lokasi pelaksanaan Musda, Febriadi menegaskan, langkah tersebut telah melalui koordinasi dengan BPP, Badan Pengurus Cabang (BPC), dan pihak keamanan, demi menjaga kondusivitas acara.
"Perubahan lokasi tidak melanggar aturan organisasi. Yang terpenting, forum tetap quorum, yakni dihadiri oleh 10 BPC dari total 13 BPC dengan utusan penuh, sebagaimana disyaratkan dalam AD/ART HIPMI," jelasnya.
Adapun 10 BPC yang hadir, lanjutnya, adalah Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, Kubu Raya, Landak, Sambas, Ketapang, dan Kayong Utara.
Secara terpisah, terkait adanya kericuhan yang menyebabkan sidang pleno sempat dihentikan sementara saat sekelompok orang tak dikenal masuk ke area sidang.
Humas Musda HIPMI Kalbar, Tarjan Sofian, menegaskan, pelaksanaan Musda tetap berjalan sesuai rencana meskipun sempat terjadi gangguan dari pihak luar. Ia membenarkan sidang pleno sempat dihentikan sementara, setelah sekelompok orang tak dikenal masuk ke area persidangan.
“Ketika kami sedang melaksanakan pleno pandangan umum terkait Laporan Pertanggungjawaban Ketua, tiba-tiba datang sekelompok orang yang tidak dikenal sekitar pukul 4 sore,” ujar Tarjan.
Kehadiran kelompok tersebut menyebabkan sidang pleno dihentikan untuk sementara waktu, hingga pukul 18.20 WIB.
Setelah situasi dinyatakan aman dan usai pelaksanaan salat Maghrib, pleno kembali dilanjutkan. “Alhamdulillah, pleno dapat kami lanjutkan kembali dan proses Musda tetap berjalan lancar hingga selesai. Tidak ada kebuntuan,” tegas Tarjan.
