Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pastikan Bahan Pangan di Pontianak Aman, Tim Gabungan Sidak ke Pasar

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim terpadu mengecek kondisi pangan yang beredar di pasaran Kota Pontianak. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Tim terpadu mengecek kondisi pangan yang beredar di pasaran Kota Pontianak. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Tim terpadu pengendali inflasi daerah Kota Pontianak, melakukan pengecekan bahan pangan di pasar tradisional dan pasar modern di Kota Pontianak, Senin, 28 Juni 2021.

Koordinator Kelompok Substansi Pemeriksaan BBPOM Pontianak, Berthin Hendry Dunard, mengatakan, pihaknya melakukan sidak ke pasar Flamboyan dan Hypermart, serta sejumlah gerai waralaba untuk pengecekan keamanan dan legalitas bahan pangan yang diedarkan.

“Tadi pagi lokasi di Flamboyan kami melakukan pengambilan sampel di antaranya mi kuning, tahu, bakso, jajanan pasar, mi kering, kita melakukan pengujian sampel, negatif semua. Namun kita coba konfirmasi ke laboratorium. Karena kalau kita berbicara pengujian cepat, hanya untuk screening awal. Nanti kalau ada yang hasilnya kira-kira meragukan, kita akan konfirmasi pengujian di laboratorium,” jelasnya.

Selain pasar modern, tim gabungan ini juga memeriksa kondisi bahan pangan di pasar modern yang ada di Kota Pontianak. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak

Pemeriksaan negatif tersebut dilakukan uji bahan berbahaya seperti boraks, formalin, dan pewarna, namun bahan pangan yang diperiksa atau screening awal dinyatakan negatif.

“Negatifnya tadi untuk bahan uji bahan berbahaya di antaranya boraks, formalin, dan perwarna. Jadi hasilnya negatif, cuma ada satu sampel lagi yang kita lakukan penegasan di laboratorium, sampelnya mi kuning. Tadi kita lihat dari kasat mata, masih sedikit meragukan, penegasannya ada di laboratorium. Kita harapkan hasilnya negatif,” harapnya.

Tim terpadu terdiri dari Disperindah, Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, dan BPOM. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan ke pasar modern Hypermart Ayani Megamall. Berthin mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan produk yang mengandung bahan berbahaya.

“Lokasi kedua kita ke Hypermart, market modern. Kita rutin sebenarnya. Sudah cek beberapa produk, ada beberapa yang kita sudah sampaikan pihak pengelola, produk susu yang expired datenya tanggal 3 dan 2 bulan Juli. Kita minta mereka konsern ini. Jangan sampai nanti sudah tanggal 3 atau 4, masih terpajang di situ,” tegasnya.

Petugas BPOM ikut mengambil sampel sejumlah bahan bangan di pasaran saat Sidak ke pasar. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak

Selain itu, pihaknya juga menmukan produk makanan golongan frozen food, seperti kentang dari Belgia, yang labelnya belum sesuai dengan data base BPOM.

“Kita temukan produk masuk golongan frozen food, kentang dari Belgia. Secara legalitas, ada izin edar dari BPOM. Cuma kita sampaikan ke pengelola, ini label belum sesuai dengan data base BPOM. Mereka belum mencantumkan izin edar dan nama importir. Sudah kita sampaikan semua, semoga bisa dilengkapi supliernya,” imbuhnya.

Dalam sidak tersebut petugas memeriksa keamanan dan legalitas bahan pangan yang beredar. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak
Tim terpadu juga melakukan sidak ke sejumlah gerai waralaba yang ada di Kota Pontianak. Foto: Leo Prima/Hi!Pontianak