PDGI dan Wanita Islam Masyithah Pontianak Gelar Cek Gigi Gratis di Lapas Anak
ยทwaktu baca 2 menit

HiPontianak - Yayasan Wanita Islam Masyithah Pontianak (YWIMP) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kota Pontianak menggelar bakti sosial (baksos) dan pemeriksaan kesehatan gigi gratis di LPKA Kelas II Sungai Raya.
Kegiatan yang memperingati HUT ke-70 YWIMP ini mengangkat tema 'Mengembalikan Harapan Membangun Generasi Selaras-Menuju Indonesia Emas' digelar pada Sabtu, 20 September 2025.
Ketua Umum Yayasan Wanita Islam Masyithah Pontianak, Humaira Novriyanti menjelaskan alasan memilih lokasi ini karena YWIMP terfokus kepada anak dan perempuan.
"Fokus kita memang kepada anak dan perempuan, semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan harapan dan semangat bagi anak-anak di sini. Selain menyalurkan bantuan, mereka juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan gigi. Karena kami menilai anak-anak ini perlu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan giginya," ungkap Humaira.
Tak hanya itu, Yayasan Wanita Islam Masyithah turut memberikan bingkisan kepada 99 orang anak binaan serta menyerahkan bantuan berupa kipas angin untuk mendukung kenyamanan anak-anak di lembaga.
"Kami ingin kehadiran yayasan tidak hanya sekadar perayaan, tetapi juga membawa manfaat nyata. Semoga kegiatan ini dapat menjadi dorongan bagi anak-anak binaan untuk terus menumbuhkan harapan dan berjuang membangun masa depan yang lebih baik," tambahnya.
Sementara itu, Ketua PDGI Pontianak, Nuzulisa menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan secara berkolaborasi untuk bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat.
"Kita tau anak di sini kan sulit sekali mengakses layanan kesehatan, apalagi kesehatan gigi dan mulut. Jadi kami yang datang kesini melakukan pemeriksaan dan melakukan penambalan sederhana," katanya.
Selain itu, ia menjelaskan pemeriksaan ini juga dilakukan bekerja sama dengan pihak Puskesmas Sungai Raya Dalam untuk menindak lanjuti penanganan yang dirasa belum tuntas.
"Jadi memang banyak sekali dokter gigi yang mau berpartisipasi pada kegiatan ini dan hari ini baru 20 dokter. Insya allah kegiatan ini bisa kita laksanakan secara rutin," ungkapnya.
