Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pemkot Pontianak Sulap Lahan Gambut di Gang Flora Jadi Kebun Kopi Liberika

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menunjukkan buah kopi yang dipanennya. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menunjukkan buah kopi yang dipanennya. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak

Hi!Pontianak - Pemkot Pontianak menyulap lahan gambut seluas dua hektare di Gang Flora, Kelurahan Batu Layang, menjadi kebun kopi jenis liberika. Ada sekitar 1.200 pohon kopi jenis liberika yang telah siap dipanen hari ini, Kamis, 18 Agustus 2022.

Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak, Bintoro, mengatakan sebelum menjadi kebun kopi, lahan gambut yang berlokasi di Gang Flora, Batulayang, Siantan, itu dulunya adalah semak belukar.

"Setelah ditanami tanaman kopi, ternyata bisa tumbuh subur, terutama kopi jenis liberika. Alhamdulillah beliau (Wali Kota) berinisiatif untuk menanam tanaman kopi di lahan ini," ucapnya.

Penanaman kopi di lahan tersebut sejalan dengan menjamurnya warung kopi dan kafe di Kota Pontianak sehingga kebutuhan biji kopi cukup tinggi. Bintoro menuturkan selama ini biji kopi banyak dipasok dari luar Kota Pontianak.

"Mudah-mudahan dengan keberadaan kebun kopi ini bisa memotivasi masyarakat untuk budidaya kopi," harap Bintoro.

Untuk bibit kopi jenis liberika yang ditanam ini didatangkan dari Sumatera Utara. Menurutnya, sebagaimana pesan Wali Kota Edi Kamtono, agar penanaman kopi ini dikembangkan secara luas ke masyarakat.

"Kita juga akan mendatangkan bibit pohon kopi untuk ditanami di lahan yang ada di Kota Pontianak," ujarnya.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtoo, memanen buah kopi. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak

Pada kegiatan panen buah kopi itu turut dihadiri Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono. Berbekal keranjang anyaman yang diikatkan di pinggang, ia tampak memetik buah kopi jenis liberika yang sudah berwarna merah dan dimasukkan ke keranjang berukuran sedang.

"Kalau kita perhatikan hampir semua pohon ini berbunga dan berbuah, artinya lahan di sini cocok untuk kopi jenis liberika dan mungkin juga robusta," ungkapnya di sela-sela panen kopi.

Selain ditanami kopi, lahan yang masih bergambut ini juga ditanami pohon peneduh seperti tanaman petai, jengkol dan lainnya. Sebab, lanjut Edi, tanaman atau pohon kopi harus terlindungi sehingga biji kopi yang dihasilkan kualitasnya lebih baik.

"Kita saksikan betapa suburnya tanaman kopi di sini, lahan yang kosong harus bisa kita manfaatkan agar lebih produktif," tuturnya.

Ia berharap masyarakat bisa melakukan hal serupa dengan memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami kopi atau tanaman jenis lainnya. Apalagi kebutuhan biji kopi sekarang ini cukup tinggi peminatnya.

"Masyarakat bisa ikut mencoba untuk bercocok tanam kopi, atau tanaman lainnya sesuai dengan kondisi tanahnya," pungkasnya.