Pemprov Kalbar Usul Renovasi Asrama PPLP dan Lintasan Atletik SSA ke Kemenpora
·waktu baca 3 menit

Hi!Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalbar, Windy Prihastari telah menyampaikan aspirasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Komisi X DPR RI terkait kondisi asrama atlet PPLP Provinsi Kalbar dan lintasan atletik di GOR Sultan Syarif Abdurrahman (SSA) Pontianak.
Usulan tersebut disampaikan dan diperkuat oleh Kadisporapar Kalbar, Windy Prihastari saat mendampingi Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati ketika melakukan kunjungan kerja Kalimantan Barat.
Setibanya di Kalbar, My Esti Wijayati langsung bergerak untuk melihat kondisi fasilitas-fasilitas olahraga tersebut pada Kamis 22 Mei 2025. Turut serta dalam rombongan Komisi X DPR RI, antara lainJuliyatmono, Lita Machfud Arifin, Muhammad Himan Mufidi, serta perwakilan dari Kemenpora, yakni Staf Ahli Bidang Hubungan Pusat, Daerah dan Internasional Suyadi Pawiro dan Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi, Anwar.
My Esti menyampaikan bahwa kunjungan ini difokuskan untuk melihat fasilitas pendukung prestasi olahraga di Kalbar dan mendengarkan secara langsung kebutuhan dari para atlet.
Kunjungan ini diawali dengan peninjauan bangunan Asrama Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Jalan Karya Bhakti, Kota Pontianak. Ia melihat langsung bahwa asrama tersebut kini kondisinya sudah tidak layak digunakan karena rusak berat jika harus ditempati oleh para atlet.
“Asrama PPLP yang kami kunjungi sudah dalam kondisi rusak berat dan tidak bisa digunakan. Para atlet saat ini harus menumpang di Wisma Atlet Kalbar,” kata My Esti Wijayati.
Salah satu atlet, Katyea Ebri Safitri, turut menyampaikan aspirasi. Katyea merupakan atlet lompat jangkit dan lompat jauh asal Kalbar yang sukses meraih emas di ASEAN School Games 2024 dan menempati posisi ke-4 di Kejuaraan Asia U-20 di Dubai dengan lompatan sejauh 12,39 meter.
Katyea menyampaikan keluhannya mengenai kondisi lintasan sintetik (synthetic track) di GOR SSA Pontianak yang rusak dan tak layak pakai. Menanggapi hal itu, My Esti dan rombongan langsung bertolak menuju lokasi.
“Jadi, dari aspirasi yang disampaikan ini, saya pun ingin melihat langsung dan memang kondisinya sangat memprihatinkan. Permukaan track sudah bergelombang, berlubang, dan sangat berisiko menyebabkan cedera bagi atlet,” ungkapnya.
Meski tidak dapat langsung menjanjikan perbaikan, My Esti memastikan bahwa aspirasi ini akan dibawa ke pembahasan di tingkat pusat.
Meski tidak dapat langsung menjanjikan perbaikan, My Esti memastikan bahwa aspirasi ini akan dibawa ke pembahasan di tingkat pusat.
“Semua harus melalui mekanisme penganggaran. Tapi kami dari Komisi X akan menyuarakan hal ini ke Kemenpora agar fasilitas olahraga, khususnya untuk pendidikan atlet, bisa lebih diperhatikan. Bisa saja kondisi serupa terjadi di provinsi lain,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, para atlet juga menyampaikan harapan agar setelah lulus SMA, mereka bisa mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan tempat latihan angkat berat dan GOR Terpadu di kawasan Gelora Khatulistiwa.
Di tempat yang sama, Kadisporapar Kalbar, Windy Prihastari, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan kerja Komisi X DPR RI ke Kalbar. Ia berharap kunjungan ini dapat mendorong perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi fasilitas olahraga di daerah.
“Asrama PPLP saat ini sudah tidak bisa digunakan dan para atlet harus menumpang di Wisma Atlet. Kami berharap ada dukungan dari Kemenpora untuk pembangunan kembali,” ungkap Windy.
Ia juga menjelaskan bahwa lintasan sintetik di GOR SSA Pontianak sebelumnya merupakan bantuan dari Kemenpora pada tahun 2011 dan kini kondisinya sudah tidak layak pakai.
“Kami harap bisa mendapatkan bantuan kembali untuk penggantian lintasan tersebut demi keselamatan dan kenyamanan atlet saat berlatih,” pungkasnya.
Dengan kunjungan ini, pemerintah daerah juga menegaskan komitmen bersama dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga melalui program PPLP sekaligus mendorong adanya evaluasi dan dukungan dari pemerintah pusat.
