Kumparan Logo
Konten Media Partner

Perjalanan 'Ranels Cake' di Pontianak, Produksi Rumahan Jadi Bakery Kekinian

HiPontianakverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung Ranels Cake di Pontianak. Foto: Lydia Salsabilla/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung Ranels Cake di Pontianak. Foto: Lydia Salsabilla/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Berawal dari obsesinya terhadap bisnis dan kejeliannya melihat peluang, Ornela Sari Marsa tidak ragu untuk memulai usaha mendirikan toko roti bernama, Ranels Cake tahun 2014 lalu. Ranels Cake merupakan home industry pertama yang mengenalkan jenis kue Eropa di Pontianak, di antaranya mousse, macaroons, redvelvet dan lainnya.

Memiliki latar belakang pendidikan Teknik Tata Kota, tidak membuat Ornela patah semangat dalam membangun impiannya ini. Ia memulai kursus membuat kue di Bandung kemudian membuka usaha di garasi rumahnya.

"Awalnya itu Ranels Cake, home industry produksi rumahan. Seiring berjalannya waktu, 6 bulan berjalan saya tarik karyawan. Kemudian prosesnya dari 2014 sampai 2017 masih berjualan online. Memasuki 2017 ke 2018 baru saya membuka outlet pertama itu hanya mengandalkan garasi mobil. Dan alhamdulilah, punya rezeki kita bangun ruko yang lebih besar lagi tepat di sebelah ruko lama," kata Ornela Sari Marsa kepada Hi!Pontianak, Sabtu (18/7).

Memulai jualan di rumah secara online pada tahun 2014, chocolate devil dan redvelvet menjadi cake pertama yang dibuat Ornela. Ornela menceritakan, kue buatannya ini pun tidak langsung diterima masyarakat. Begitu banyak tantangan yang Ornela rasakan selama membangun branding usahanya.

Ranels Cake di Pontianak. Foto: Lydia Salsabilla/Hi!Pontianak

"Waktu kami nol, ada yang support, ada yang pandang sebelah mata. Tapi itulah suatu proses kita. Waktu memulai usaha, saya jemput bola dulu ke customer, apalagi ketika saya pertama kali jualan itu harga langsung premium. Pertama kali branding dari Ranels Cake itu sudah terkenal premiumnya, bukan cake sembarangan. Jadi saya ke bank-bank dulu kasi sample yang free-free. Dari situ saya bangun branding saya. Memang bangun dari nol, mulai dari buat sendiri, sampai mengantarnya," ungkap Ornela.

Ornela menuturkan, semula keluarganya sempat ragu ketika dirinya memilih untuk berbisnis kue ulang tahun. Apalagi dirinya tidak memiliki basic di bidang memasak. Namun, pada saat itu melihat di Pontianak varian kue ulang tahun terbatas sementara setiap hari ada yang berulang tahun maka Ornela nekat menekuni bisnis tersebut.

"Kita memang tidak tahu rezeki kita ya, aku yang awalnya sempat diragukan ketika memilih berbisnis kue ulang tahun kini alhamdulilah dapat menghasilkan keuntungan dari berjualan kue ini. Bahkan cita-cita saya untuk memberangkatkan umroh kedua orang tua dapat saya lakukan dari usaha ini," ucapnya.

"Alhamdulilah saya memiliki keluarga yang support system yang luar biasa, dari orang tua, saudara, suami. Itu benar-benar support yang tidak mematahkan semangat. Orang tua saya bilang, setelah selesai kursus pulang ke Pontianak itu harus di aplikasikan. Support-nya benar-benar totalitas, mulai dari doa, moril dan materi," timpal Ornela.

Berbagai jenis kue di jual d Ranels Cake di Pontianak. Foto: Lydia Salsabilla/Hi!Pontianak

Akhirnya, Ornela resmi membuka cake dan bakery sendiri, tepatnya Juli 2020. Lokasinya pun masih sama, yakni di Jalan Parit Haji Husein 2 atau Paris 2. Lokasi ini menjadi saksi perkembangan bisnis Ornela hingga kini menjadi toko pusat. Produksi cake dan roti yang tadinya masih rumahan, kini semua pindah ke toko tersebut.

"Tahun 2014 itu hanya produksi cake saja, ada toko offline baru merambah cake dan bakery. Kemudian 2020 merambah lagi, cake bakery, kitchen dan kopi. Jadi, Ranels Cake ini berbeda dengan toko roti lainnya karena di sini cake bakery satu-satunya yang menyediakan resto dan kopi dalam satu gedung. Jadi, konsepnya ini cake bakery yang menyediakan makanan berat plus kopi," papar ibu satu anak ini.

Kue yang dijual di Ranels Cake di Pontianak. Foto: Lydia Salsabilla/Hi!Pontianak

"Ini sebuah impian yang menjadi kenyataan, dari yang niatnya hanya mimpi pengen buka toko kue. Tiba-tiba seiring berjalannya waktu, ucapaan kita itu ternyata doa. Alhamdulillah, apa yang saya omongan ternyata real. Dan ini semua lebih dari ekspetasi dari impian saya," sambungnya.

Untuk orang-orang yang memiliki hobi dan ingin menjalankan sebuah bisnis, Ornela menyampaikan agar tidak ragu dan takut gagal. "Jangan takut diragukan, jangan pernah kehilangan motivasi karena motivasi terbaik ada pada diri kita sendiri. Kalau kita bekerja keras dan tekun pasti hasilnya memuaskan," pungkasnya.