Perkelahian di Pontianak Timur Diduga Terkait Bisnis Narkoba, 3 Warga Luka-luka

Hi!Pontianak - Tiga warga mengalami luka serius saat terjadi perkelahian antara dua kelompok massa di Pontianak Timur, Minggu malam, 6 Januari 2022, sekitar pukul 19.15 WIB.
Kejadian tersebut terekam kamera amatir warga, dan beredar di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sekelompok warga menggunakan senjata tajam di kawasan waterfront Kelurahan Dalam Bugis, Pontianak Timur.
Dari informasi yang dihimpun, perkelahian antar kelompok tersebut menggunakan senjata tajam, dan mengakibatkan jatuhnya korban luka berat. Tiga orang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka serius.
Diduga perkelahian tersebut berawal ketika sekelompok warga dari Pontianak Utara mendatangi kawasan Beting, Pontianak Timur, dengan membawa senjata tajam. Mereka langsung menyerang warga yang ada di kawasan itu. Warga setempat kemudian melakukan perlawanan dan mengejar balik.
Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Andi Herindra, saat ditemui wartawan, pada Senin, 7 Februari 2022, membenarkan peristiwa perkelahian tersebut.
Andi mengatakan, motif dari perkelahian tersebut diduga karena kesalahpahaman terkait bisnis narkoba. Namun motif tersebut masih terus didalami, karena saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang.
Andi memaparkan kronologi kejadian tersebut, sebelumnya terdapat 6 warga yang datang ke daerah Beting dengan menggunakan speed boat dari Siantan, Pontianak Utara. Sekelompok orang tersebut datang untuk mencari temannya yang diduga disekap di daerah Beting.
“Tadi malam telah terjadi perkelahian antara dua kelompok masyarakat, kejadiannya di daerah Beting itu awalnya ada informasi ada warga dari Siantan yang disandra oleh warga Beting. Ada 6 orang datang pakai speedboat ke Beting, dan menanyakan kawannya yang disekap, disandra itu,” jelasnya kepada awak media.
Dari kejadian tersebut, terjadilah peristiwa perkelahian antar dua kelompok. Andi mengatakan, dari perkelahian yang menggunakan sajam tersebut, 3 orang mengalami luka. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Dari kejadian tersebut terjadilah perkelahian yang mengakibatkan 3 orang luka, 2 warga Beting, 1 orang warga dari Siantan. 2 orang saat ini sedang dilakukan penanganan medis, 1 orang sudah sembuh dan lagi kita periksa. Sejauh ini tidak ada yang meninggal. Saya meluruskan informasi, di masyarakat beredar bahwa ada yang meninggal. Itu tidak ada,” tegasnya.
Korban mengalami luka bacokan pada bagian bahu kiri, lalu ada juga yang mengalami luka pada bagian mata, dan luka ringan lainnya. Kapolresta Pontianak mengatakan pihaknya saat ini masih memeriksa 4 orang, dan sudah menetapkan 2 orang tersangka dalam peristiwa tersebut.
“Ini masih kita dalami, terkait motif penyerangan tersebut. Memang ada informasi yang mengatakan itu karena bisnis narkoba, tapi masih kita dalami, karena orang-orang yang kita amankan semuanya masih proses pemeriksaan. Tapi sejauh ini, ada dugaan kesana. Awal mula dari kejadian ini ada salahpaham terkait maslaah bisnis transaksi narkoba,” terangnya.
4 orang yang masih dilakukan pemeriksaan tersebut berinisial RH, SR, RS, dan FD. Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu buah celurit.
“Ada 4 orang yang kita amankan kita mintai keterangan, kita belum tahu statusnya gimana, namun yang jelas ada 2 orang yang kita tetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya.
Untuk situasi saat ini di lokasi kejadian sudah kondusif, baik di daerah Beting, ataupun dari daerah Siantan. Pihak kepolisian juga masih melakukan patroli siaga di daerah-daerah tersebut.
“Tadi malam kita sudah melaksanakan upaya olah TKP, dan kita sudah melakukan pengamanan orang yang diduga pelaku. Alhamdulillah situasi saat ini kondusif, anggota kami masih siaga, patroli, dari pantauan kami situasi secara umum kondusif, baik dari daerah Beting maupun Siantan,” tukasnya.
