Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pesan Mantan Napi Teroris: Jangan Belajar agama Hanya Lewat Medsos

HiPontianakverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mantan napi teroris asal Pontianak, Salim Saluyo. Salim berpesan kepada masyarakat Kalbar untuk tidak belajar agama melalui media sosial. Foto: Yulia Ramadhiyanti/Hi!Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Mantan napi teroris asal Pontianak, Salim Saluyo. Salim berpesan kepada masyarakat Kalbar untuk tidak belajar agama melalui media sosial. Foto: Yulia Ramadhiyanti/Hi!Pontianak

Hi!Pontianak - Salim Saluyo, mantan napi teroris asal Pontianak, Kalimantan Barat meminta masyarakat Kalbar jangan belajar agama lewat media sosial. Menurutnya, akan lebih baik jika ingin mengetahui lebih banyak tentang agama, belajar ke ustad terdekat.

"Pesan saya untuk masyarakat Kalbar, pertama jangan mudah percaya pada media-media tentang agama. Kalau kita mau belajar ngaji, agama, mending kita belajar kepada ustad yang di kampung kita. Kalau umpannya ada salah satu artikel atau tulisan yang kiranya memusingkan, lebih baik konsultasikan. Jangan langsung ditelan mentah-mentah karena yang saya alami seperti itu," ungkap Salim saat ditemui di Bapak Kelas IIA Pontianak pada Selasa, 6 Agustus 2024.

"Jadi pesan saya itu, terutama media sosial lah. Karena apa, sedangkan saya saja yang memiliki ideologi, di media sosial sangat sulit kembali ke NKRI, itu kalau ndak salah 2 tahun saya menjalani di Rutan itu baru saya sadar," tambahnya.

Sebelumnya, Salim menjalani hukuman selama 3 tahun, sejak 2019 hingga 2022. Salim ditangkap saat tertangkap akan merampok sebuah bank di Surabaya, Jawa Timur. Hasil rampokannya itu rencananya akan digunakan untuk merakit bom dan membeli senjata api dan akan dikirim kepada kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah.