Pesona Kalbar Hijau Buka Peluang Tembus Pasar Global
·waktu baca 2 menit

Hi!Pontianak - Pesona Kalbar Hijau (PKH) membuka untuk dapat menembus hingga pasar global. Ekonomi hijau dengan pengembangan potensi produk desa hutan bukan kayu menjadi salah satu fokus pengembangan produk hutan Kalimantan ke depan.
Berbagai produk dari desa ini diharapkan juga tembus ke pasar dunia. Baru-baru ini, beberapa produk desa pun dipresentasikan PKH di Jakarta. Asanya, produk-produk ini bisa menjangkau pasar yang semakin luas
Founder PKH, Dede Purwansyah mengatakan, jalan Pesona Kalbar Hijau (PKH) untuk memperjuangkan produk ekonomi hijau menjangkau pasar dunia semakin terbuka. Hasil dari proses seleksi beberapa lembaga PKH untuk program SUPA pengelolaan lahan gambut terpantau baik.
Alhasil baru-baru ini, perwakilan PKH diberikan panggung untuk mempresentasikan beragam produk hijaunya pada People For Peat (PFP) dan beberapa pihak panelis calon institusi finansial, donor dan mitra jejaring di Jakarta.
Produk hijau tersebut merupakan produk alam hutan bukan kayu yang berasal dari beberapa desa. Dikemas secara menarik, produk-produk tersebut kini pun miliki pangsa pasar tersendiri.
Dede mengatakan, sudah tiga tahun ini, pihaknya mencoba mengembangkan produk hijau hasil hutan. Produk-produk tersebut berasal dari beberapa daerah di Kabupaten Kubu Raya. Madu mangrove, kelulut, kopi gambut, bajakah dan gula semut beberapa di antara produk hijaunya.
Produk hasil olahan petani dan pemuar madu dari desa-desa itu diolah menjadi produk yang tak kalah saing dengan produk sejenis dengan produksi pabrikan. Selain pengemasan produk, perizinannya juga diurus dengan legal sehingga ketika produknya masuk pasar besar dapat lolos sama seperti produk pabrikan.
“Pelan-pelan, dalam berpromosi produk hijau desa, ternyata miliki pangsa pasar tersendiri. Produk tersebut diterima masyarakat. Pangsa pasarnya bahkan tak hanya Kalbar. Namun merambah ke Pulau Jawa dan beberapa negara tetangga,” jelasnya, Senin, 11 Juli 2022.
“Untuk suplai madu ke Jakarta 60 kilogram pasti. Begitu juga dengan Surabaya, dan beberapa daerah lain. Untuk Singapura kami juga sudah miliki pelanggan tetap," lanjut Dede.
Dede berharap produk ini berpotensi untuk menghasilkan keuntungan besar di kemudian hari. “Mudah-mudahan, hasil presentasi ini dapat menjadi nilai plus sehingga pihak luar mau bekerja sama dalam pengembangan produk hijau di Kalbar,” pungkasnya.
