Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pontianak Resmi Jadi Kota ‘Seribu Warung Kopi’, Tercatat Ada 1.035 Warkop Aktif

HiPontianakverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pengunjung warkop di Pontianak. Foto: Dok. Pemkot Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pengunjung warkop di Pontianak. Foto: Dok. Pemkot Pontianak

Hi!Pontianak - Resmi, Pontianak jadi Kota ‘Seribu Warung Kopi’. Tercatat ada 1.035 usaha warkop aktif di Kota Pontianak. Bahkan, pertumbuhannya pun akan terus meningkat.

Berdasarkan data Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sektor makanan dan minuman yang dirilis Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pontianak per Agustus 2025, tercatat sebanyak 1.035 objek usaha jenis warung kopi dan coffee shop tersebar di 6 kecamatan di Kota Pontianak.

Dengan data yang dihimpun sebanyak 1.035 objek usaha warung kopi dan coffee shop diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan ruang publik atau area bersama dan gaya hidup masyarakat urban di Pontianak.

“Warung kopi dan coffee shop di Pontianak tumbuh sebagai bagian dari budaya masyarakat. Ini menjadi tempat interaksi sosial, kreativitas, sekaligus penggerak ekonomi sektor UMKM. Pemerintah kota mendukung tumbuhnya usaha-usaha ini karena memberi kontribusi pada PAD dan membuka lapangan kerja,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Selasa, 25 November 2025.

Dengan data tersebut, Kecamatan Pontianak Selatan menjadi kawasan dengan jumlah usaha terbanyak, yaitu 368 usaha warkop atau sekitar 32 persen dari total keseluruhan. Disusul Kecamatan Pontianak Kota dengan 362 usaha warkop atau sekitar 31,6 persen. Sementara itu, Kecamatan Pontianak Tenggara mencatat 136 usaha, Pontianak Timur 59 usaha, Pontianak Utara 57 usaha, dan Pontianak Barat 48 usaha.

“Kita ingin usaha kuliner, termasuk warung kopi, berkembang sehat dan berdaya saing, dengan data PBJT yang akurat, kita bisa melihat potensi sekaligus melakukan pembinaan yang lebih tepat sasaran,” ujar Edi Kamtono.

Data visual yang ditampilkan menunjukkan berbagai jenis usaha, mulai dari warung kopi tradisional hingga warung kopi modern. Tradisi masyarakat yang menikmati kopi di warung warung populer juga mempertegas bahwa budaya ngopi telah menjadi identitas sosial warga Pontianak.

Edi menambahkan, perkembangan pesat warung kopi di Kota Pontianak menjadi salah satu ciri khas Kota Pontianak yang dikenal sebagai kota ‘Seribu Warung Kopi’ ini. Menurutnya, warung kopi bukan hanya menjadi ruang berkumpul masyarakat, tetapi juga pendorong aktivitas ekonomi lokal.

Edi mengatakan, sebaran usaha yang cukup merata di setiap kecamatan menunjukkan gairah ekonomi masyarakat yang positif. Ia juga memastikan pemerintah terus mendorong kemudahan perizinan, tertib administrasi perpajakan, serta pembinaan bagi pelaku usaha kuliner dan minuman di Kota Pontianak.

Penulis: Ade Mirza