Kumparan Logo
Konten Media Partner

Potret Dulu dan Kini Rumah Budaya Gang H Salmah Pontianak yang Berusia Satu Abad

HiPontianakverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah Budaya Gang H Salmah siap difungsikan. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak
zoom-in-whitePerbesar
Rumah Budaya Gang H Salmah siap difungsikan. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak

Hi!Pontianak - Kota Pontianak tidak hanya terkenal akan kuliner khas, tapi juga kaya akan budayanya. Satu di antaranya adalah Rumah Budaya Gang H Salmah yang terletak di Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara.

Rumah tua atau biasa disebut rumah Besa' ini dibangun pada tahun 1918. Rumah ini merupakan kediaman milik HM Arief bin H Ismail dan Hj Salmah bin H Abdul Kariim, dan kini telah dihibahkan ke Pemkot Pontianak.

Semua bagian rumah terbuat dari kayu belian atau kayu ulin, mulai dari tiang hingga atap. Kini rumah tua itu telah rampung direstorasi dan siap difungsikan untuk kegiatan-kegiatan budaya. Rumah Budaya ini akan menjadi destinasi wisata baru di Kota Pontianak.

Berikut potret Rumah Budaya Gang H Salmah:

1. Bangunan Sebelum Direnovasi

Rumah Budaya Gang H Salmah. Foto: Dok. Istimewa

Bangunan tua ini, dahulu merupakan bangunan milik keluarga besar dari ahli waris Abdurrachman Arief. Rumah bermaterial kayu belian itu dibangun sejak 1918 atau telah berusia di atas 100 tahun.

Kemudian oleh ahli waris, rumah yang sudah nyaris roboh itu dihibahkan kepada Pemkot Pontianak untuk dipugar atau direstorasi seperti bentuk aslinya.

2. Proses Restorasi

Proses pembangunan Rumah Budaya Gang H Salmah. Foto: Dok. Istimewa

Bangunan yang sebelumnya sudah termakan usia ini, memiliki luas tanah 1.428 meter persegi. Bangunan tersebut direstorasi dengan mengembalikan bentuk aslinya beserta material aslinya yakni kayu belian.

Pada Maret tahun 2021, Wali Kota Pontianak Edi Rusdy Kamtono mengumumkan pengerjaan bangunan tersebut sudah mencapai 30 persen. Nantinya rumah tua itu akan menjadi salah satu titik destinasi baru untuk Kota Pontianak yang bisa diakses lewat darat maupun sungai.

3. Tampak Megah Usai Direstorasi

Rumah Budaya Gang H Samlah usai direstorasi. Foto: Dok. Prokopim Pemkot Pontianak

Setelah hampir kurang lebih setahun pengerjaan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, progres pembangunan atau restorasi rumah tua menjadi Rumah Budaya telah rampung 100 persen.

Menurutnya, Rumah Budaya ini akan difungsikan untuk kegiatan-kegiatan budaya, misalnya tari-tarian, pusat informasi wisata, bahkan sebagai destinasi bagi tamu atau wisatawan dari luar yang menyusuri Sungai Kapuas.